get app
inews
Aa Text
Read Next : Kekayaan Presiden AS Terus Bertambah, 1 Tahun Berkuasa Hartanya Melonjak Rp25 Triliun

Diam-diam Donald Trump Dievakuasi dari Pesawat Air Force One di Turki, Alasan Ancaman dari Iran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:42 WIB
header img
Donald Trump dilaporkan terpaksa meninggalkan Turki secara diam-diam saat mengikuti KTT NATO bulan lalu karena ancaman pembunuhan Iran. (Foto: Ist)

WASHINGTON, iNewsSerpong.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan diam-diam dievakuasi dari pesawat Air Force One saat berada di Turki setelah menghadiri KTT NATO bulan lalu.

Evakuasi tersebut disebut berkaitan dengan kekhawatiran adanya ancaman pembunuhan dari kelompok pro-Iran.

Mengutip The Washington Post, seorang pejabat AS menyebut badan intelijen melakukan operasi rahasia untuk memindahkan Trump dari pesawat Boeing 747-8 yang merupakan hadiah dari Qatar di Bandara Ankara, Turki.

Gunakan Truk Logistik Bandara

Trump dipindahkan menggunakan truk logistik bandara menuju pesawat militer AS lainnya. Dia kemudian menaiki pesawat C-32A, bersama sejumlah pejabat, termasuk Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Langkah tersebut dilakukan karena Dinas Rahasia AS mengkhawatirkan adanya kemungkinan percobaan pembunuhan terhadap Trump oleh kelompok yang memiliki hubungan atau simpati terhadap Iran.

Dalam rekaman yang ditayangkan sejumlah stasiun televisi, Trump sempat terlihat menaiki Air Force One hadiah dari Qatar. Namun, beberapa menit kemudian, dia dipindahkan secara diam-diam ke pesawat C-32A.

Pangkalan Angkatan Udara Mildenhall

Pesawat pengganti itu tidak menggunakan tanda panggilan Air Force One. Bahkan, penerbangan tersebut disebut menggunakan call sign militer Reach 18 dan transponder dimatikan untuk menjaga kerahasiaan operasi.

Sementara itu, para jurnalis yang mengikuti rombongan Trump tetap berada di Air Force One. Mereka tidak mengetahui bahwa sang presiden telah dipindahkan ke pesawat lain.

Setelah tiba di Pangkalan Angkatan Udara Mildenhall, Inggris, Trump kembali dipindahkan ke Air Force One utama. Kepada wartawan, Trump sebelumnya memang mengakui bahwa ancaman pembunuhan dari Iran terhadap dirinya masih terus berlanjut. (*)

 

 

 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut