Menggaet Pasar Kuliner lewat Sensasi Rempah Timur Tengah
JAKARTA. iNewsSerpong.id- Persaingan bisnis makanan dan minuman di Indonesia kini semakin ketat, terutama di kategori ayam goreng.
Di tengah banjirnya pilihan yang ada, para pelaku usaha dituntut untuk menyajikan keunikan tersendiri agar tidak tenggelam di pasaran.
Momen ini bertepatan dengan melesatnya pertumbuhan sektor akomodasi serta makan minum yang mencatatkan kenaikan tinggi hingga belasan persen pada awal tahun ini menurut data Badan Pusat Statistik.
Tingginya angka pertumbuhan tersebut menunjukkan betapa besarnya minat masyarakat terhadap dunia kuliner.
Namun, kemudahan dalam meniru sebuah produk membuat setiap merek harus memiliki karakter yang benar-benar kuat.
Menjawab tantangan tersebut, Labasa Fried Chicken mengambil langkah berbeda dengan menyuntikkan cita rasa rempah khas Timur Tengah ke dalam sajian ayam gorengnya.
Lewat identitas utama sebagai Rajanya Ayam Arab, Labasa tidak sekadar menjadikan bumbu khas tersebut sebagai variasi menu semata, melainkan sebagai fondasi utama merek mereka.
Chief Executive Officer Labasa Fried Chicken, Astari Cita Marini, mengungkapkan bahwa ide ini lahir dari keinginan untuk memberikan alternatif rasa yang menyegarkan bagi pencinta ayam goreng di tanah air.
Astari menjelaskan bahwa ayam goreng sudah menjadi makanan yang sangat familiar bagi masyarakat.
Oleh karena itu, hadirnya sentuhan bumbu Arab diharapkan bisa memberikan pengalaman kuliner baru sehingga konsumen senantiasa mengingat ciri khas Labasa. Ia menekankan bahwa julukan Rajanya Ayam Arab bukan sekadar slogan jualan, melainkan komitmen yang harus tercermin secara konsisten mulai dari sajian rasa hingga layanan.
Persaingan ayam goreng saat ini memang tidak lagi terbatas pada adu harga murah semata, melainkan sudah merambah ke kualitas rasa, kenyamanan lokasi, hingga daya pikat merek itu sendiri.
Untuk memperluas jangkauannya, Labasa kini membuka skema kemitraan bisnis. Langkah ini menjadi peluang menarik bagi para calon pengusaha yang ingin terjun ke industri kuliner dengan mengusung produk yang sudah memiliki identitas rasa unik dan berbeda di pasar Indonesia.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar