Menparekraf Sandiaga Uno: MotoGP Mandalika 2022 Terapkan Travel Bubble, The Show Must Go On

Suparjo Ramalan
Menparekraf Sandiaga Uno sebut kebijakan travel bubble akan diterapkan di gelaran MotoGP Mandalika. (foto: Istimewa)

Skema travel bubble di kawasan Batam, Bintan dengan Singapura tercantum dalam Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 3 Tahun 2022.

Surat edaran ini mengatur pelaku perjalanan luar negeri dalam hal ini wisatawan untuk berkegiatan, di antaranya wisatawan harus melakukan reservasi lebih dulu di salah satu penyedia akomodasi di kawasan Lagoi dan Nongsa dan hanya boleh beraktivitas di dalam dua kawasan tersebut.

Mengenai test-PCR, harus dilakukan maksimal 3x24 jam sebelum jam keberangkatan.  Sandiaga menjelaskan, dalam mendukung skema travel bubble, Pelabuhan Bandar Bentan Telani siap menerima 500 wisatawan dari Singapura dalam delapan kali trip perjalanan setiap hari. 

 “Tapi awalnya kita mulai dengan satu trip dulu sekitar 50-100 wisatawan. Ini akan bertahap kita tingkatkan,” ujar Sandiaga. Kebijakan travel bubble ini hanya diterapkan bagi wisatawan asal Singapura ke Batam-Bintan, Indonesia.

 Sementara, untuk wisatawan dari Batam yang ingin ke Singapura tentunya harus mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah Singapura. “Kita berharap ini menjadi langkah strategis kebangkitan dan kepulihan ekonomi kita dan terbukanya lapangan kerja,” ucapnya.

Terkait destinasi Bali, dia menjelaskan, KBRI Tokyo telah melaksanakan Famtrip ke Bali pada 27-30 Desember 2021 yang diikuti oleh jurnalis dari NHK dan Kyodo News Biro Jakarta.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan informasi bagi media internasional mengenai situasi terkini dan kesiapan Bali dalam menerima wisatawan asing, khususnya dari Jepang.  “Kunjungan ini alhamdulillah mendapatkan respons positif dari media Jepang,” kata Sandiaga.

Dia menuturkan,penerbangan langsung dari Jepang dan pengurangan masa karantina di kedua negara menjadi faktor yang sangat krusial agar pasar Jepang ini bisa datang ke Indonesia, khususnya ke Bali.

Efisiensi waktu sangat penting bagi wisatawan Jepang mengingat jangka waktu atau length of stay wisatawan Jepang adalah 7-14 hari.

Dia berharap adanya dukungan lebih lanjut dari seluruh pihak dalam mendorong promosi pariwisata dan budaya Bali di Jepang. “Kami mendorong khususnya pihak Garuda Indonesia dalam mengupayakan pengaktifan kembali penerbangan langsung Jepang-Indonesia.

Ini merupakan hal yang sudah ditunggu-tunggu oleh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya di Bali. Dan untuk promosi pariwisata, kami akan melakukan dengan kekinian melalui banyak promosi digitalisasi dalam bahasa Jepang,” tuturnya.

Tentunya, usulan ini tidak akan memberatkan maskapai Garuda Indonesia. Dia mengatakan, Garuda Indonesia nantinya hanya akan membuka direct flight dengan negara yang sudah siap berwisata ke Indonesia. 

“Kita tidak akan mengarahkan Garuda untuk membuka satu rute yang tidak ada peminatnya. Jadi harus ada, sehingga Garuda tidak boleh rugi,” ujarnya.(*)
 

Editor : A.R Bacho

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network