Umur Panjang Peluang Investasi Amal Lebih Besar

Penulis : Syahrir Rasyid
Laboratorium Lonvi Biosciences, di Shenzhen China, fokus pada riset umur panjang. (Foto: Ist)

Nikmat di Balik Umur Panjang

Sebaliknya, jika umur panjang digunakan untuk berbuat baik, menebar manfaat, dan memperbanyak amal saleh, maka setiap detik kehidupan menjadi ladang pahala.

Orang yang usianya melampaui umur Rasulullah — 63 tahun — sering dianggap beruntung, karena mendapat “bonus waktu” untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal.

Dalam ajaran Islam, umur panjang seharusnya dimanfaatkan untuk membangun investasi amal jangka panjang.

Rasulullah mengajarkan, ada tiga amal yang tidak akan putus meski seseorang telah tiada: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan.

Inilah bentuk umur panjang yang sejati — bukan panjang dalam hitungan tahun, tapi panjang dalam keberkahan.

Karena hidup sejatinya bukan tentang berapa lama kita bernapas, tapi seberapa banyak manfaat yang kita tinggalkan.

Jadi, jika sains suatu hari benar-benar menemukan cara agar manusia hidup 150 tahun, semoga umur itu tidak hanya panjang secara biologis, tetapi juga panjang dalam kebaikan, kasih sayang, dan kebermanfaatan bagi sesama.

Sebab, umur panjang tanpa keberkahan hanyalah angka, sementara umur berkah akan hidup abadi dalam amal dan doa. (*)


Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Rusia Xi Jinping sedang berbincang. (Foto: Ist)

 

Editor : Syahrir Rasyid

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network