HIKMAH JUMAT : Waktu Berlalu dan Tak Pernah Kembali Lagi

Penulis : Dr. Abidin, S.T., M.Si.
Warga Banyumas sambut Tahun Baru 2026 dengan Istighosah dan Doa bersama. Bagi seorang Muslim, datangnya tahun baru, bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Masehi. (Foto: Ist)

Penulis : Dr. Abidin, S.T., M.Si. -- Dosen Universitas Buddhi Dharma; Ketua Umum Yayasan Bina Insan Madinah Catalina; Ketua PCM Pagedangan Kab. Tangerang)

HARI INI kita berada di hari Jum’at pertama di tahun baru 2026, tepatnya tanggal 2 Januari 2026. Rasanya, belum seluruh resolusi yang direncanakan untuk dilakukan pada tahun 2025 dapat diwujudkan, namun tahun 2025 itu kini telah berganti menjadi tahun 2026.

Begitu cepat rasanya waktu berlalu, dan kini tahun 2025 pun telah berganti menjadi tahun 2026. Tahun 2025 tinggallah menjadi kenangan dan tahun 2026 kini menjadi harapan untuk bisa lebih baik lagi.

Pergantian tahun sering kali disambut dengan berbagai perayaan dan hiruk-pikuk dunia. Namun bagi seorang Muslim, datangnya tahun baru, termasuk tahun 2026, bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Masehi.

Pergantian tahun adalah tanda bahwa usia terus berkurang, amal terus dicatat, dan waktu yang berlalu tak akan pernah kembali lagi. Setiap detik yang lewat adalah saksi atas apa yang kita lakukan, dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Waktu dalam Pandangan Islam

Islam memandang waktu sebagai nikmat yang sangat agung. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan waktu dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Hal ini menandakan betapa penting dan berharganya waktu bagi kehidupan manusia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr [103]: 1–2)

Ayat ini mengingatkan bahwa secara fitrah manusia berada dalam kerugian akibat waktu yang terus berjalan, kecuali mereka yang mengisinya dengan iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Oleh karena itu, menyambut kehadiran tahun baru 2026 sejatinya adalah momen evaluasi: apakah tahun-tahun yang telah berlalu membawa kita lebih dekat kepada Allah atau justru menjauh dari Allah?

Baginda Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya tentang pentingnya memanfaatkan waktu melalui sabdanya yang diriwayatkan oleh Al-Hakim yang artinya:

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”

Hadits ini menegaskan bahwa waktu adalah modal kehidupan yang sangat terbatas. Karena, ketika tahun berganti maka sejatinya kesempatan kita untuk memperbaiki diri semakin sempit.


Dr. Abidin, S.T., M.Si. (Foto: Ist)
 

Muhasabah: Kunci Menyambut Tahun Baru

Muhasabah berarti introspeksi diri secara jujur dan mendalam. Khalifah Umar bin Khattab R.A. pernah berkata: “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.”

Muhasabah sebaiknya dilakukan setiap saat, namun karena kesibukan kita, muhasabah sering kali terlupakan. Oleh karenanya, menyambut tahun baru 2026 ini menjadi momentum yang baik bagi kita untuk melakukan muhasabah diri.

Dengan muhasabah berarti berani bertanya pada diri sendiri: apakah shalat kita sudah tepat waktu dan khusyuk? Apakah Al-Qur’an masih menjadi bacaan harian atau hanya hiasan rumah? Apakah lisan kita lebih sering berdzikir atau justru melukai sesama?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr [59]: 18)

“Hari esok” dalam konteks ayat ini bukan hanya berarti esok hari secara duniawi, tetapi juga hari akhirat. Tahun baru menjadi momentum yang tepat untuk melihat kembali bekal apa yang telah kita siapkan.

Taubat: Pintu yang Selalu Terbuka

Setelah muhasabah, langkah berikutnya adalah taubat. Taubat bukan sekadar ucapan istighfar di lisan, melainkan penyesalan dalam hati, meninggalkan dosa, dan bertekad tidak mengulanginya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Maha Pengampun dan selalu membuka pintu taubat bagi hamba-Nya, selama nyawa belum sampai di tenggorokan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar [39]: 53)

Baginda Rasulullah SAW, meskipun beliau adalah manusia yang dijamin ampunannya, tetap beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari. Ini menunjukkan bahwa taubat bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kesadaran iman.


Manusia berada dalam kerugian akibat waktu yang terus berjalan, kecuali mereka yang mengisinya dengan iman, amal saleh. (Foto: Ist)
 

Waktu Tak Pernah Kembali Lagi

Setiap tahun yang berlalu tidak akan pernah terulang. Kesempatan berbuat baik yang terlewat tidak bisa ditebus, kecuali dengan kesungguhan di waktu yang tersisa. Baginda Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan…” (HR. Tirmidzi)

Pertanyaan ini menjadi pengingat keras bahwa umur adalah amanah, dan pergantian tahun adalah pengurangan jatah hidup kita di dunia. Oleh karenanya, berhati-hatilah dengan nikmat waktu yang dalam konteks hadits di atas disebut dengan istilah umur.

Akhirnya, mari kita sambut tahun baru 2026 dengan kesadaran bahwa kita semakin dekat dengan perjumpaan bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Waktu tak pernah kembali, namun taubat selalu terbuka.

Selama napas masih berhembus, selama jantung masih berdetak, dan selama hati masih bergetar saat mengingat Allah, harapan untuk berubah untuk menjadi lebih baik selalu ada dan terbuka.

Semoga tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik, bukan hanya dalam urusan dunia, tetapi terutama dalam kedekatan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kualitas ibadah, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin. (*)


Taubat bukan sekadar ucapan istighfar di lisan, melainkan penyesalan dalam hati, meninggalkan dosa, dan bertekad tidak mengulanginya. (Foto: Ist)

 

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

Editor : Syahrir Rasyid

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network