HIKMAH JUMAT : Hidup Adalah Rangkaian Ujian

Penulis : Dr. Abidin, S.T., M.Si.
Setiap ujian yang dihadapi pasti sudah disesuaikan kadar atau bobotnya dengan kualitas jiwa dan keimanan. (Foto : Ist)

Penulis : Dr. Abidin, S.T., M.Si.- Dosen Universitas Buddhi Dharma; Ketua Umum Yayasan Bina Insan Madinah Catalina; & Ketua PCM Kec. Pagedangan - Tangerang

SUNGGUH HIDUP ini adalah rangkaian ujian demi ujian yang datang silih berganti. Terkadang sedih berganti dengan bahagia, terkadang duka berganti dengan gembira. Begitulah hidup kita, hari demi harinya adalah tahapan ujian yang harus dilalui dengan sebaik-baiknya.

Allah SWT berfirman yang artinya: “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk [67]: 2).

Terkait ayat di atas, pada tafsir Jalalayn dijelaskan bahwa Allah menguji manusia dengan berbagai bentuk ujian atau memberikan cobaan kepada manusia di dunia ini, agar Allah dapat mengetahui siapa di antara manusia yang lebih baik amalnya atau yang lebih taat kepada Allah SWT.

Bahkan lebih jauh lagi Allah SWT menegaskan dalam Al Qur’an surat Al-Ankabut [29] ayat 2 yang artinya: “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?”

Berdasarkan ayat di atas, Allah SWT telah menyampaikan “pengumuman” kepada seluruh manusia, bahwa masing-masing dari kita akan diberikan ujian sesuai dengan kadar keimanan kita. Seperti peribahasa, semakin tinggi suatu pohon maka semakin kencang angin menerpanya.

Oleh karenanya, kita harus senantiasa siap untuk menerima ujian yang Allah SWT berikan dan senantiasa memberikan sikap yang terbaik dalam menghadapi setiap ujian yang dihadapi. Berat memang, tetapi yakinlah kita pasti dapat menghadapi dan melaluinya.

Yakinlah bahwa Allah SWT tidak akan pernah memberikan ujian atau beban kepada kita di luar batas kemampuan kita. Oleh karenanya, setiap ujian yang kita hadapi pasti sudah disesuaikan kadar atau bobotnya dengan kualitas jiwa dan keimanan kita.

Allah SWT berfirman yang artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 286). Oleh karenanya, kunci awal dalam menghadapi ujian adalah sikap optimis bahwa kita pasti mampu menghadapi ujian atau cobaan apa pun.

Namun demikian, setiap manusia hendaknya senantiasa mempersiapkan diri dan terus berusaha untuk dapat memberikan sikap terbaik dalam menghadapi ujian. Karena tidak jarang, ujian yang Allah SWT berikan sungguh terasa amat sangat berat.


Dr. Abidin, S.T., M.Si. (Foto : iNewsSerpong)
 


Editor : Syahrir Rasyid

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network