Dramatis Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Tim SAR Terjebak Badai

Tim iNews
Evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung berlangsung dramatis, tim SAR harus bertahan 30 jam di tengah badai. (Foto: Istimewa).

MAROS, iNewsSerpong.id — Drama mencekam menyelimuti Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Tim SAR gabungan bertaruh nyawa mengevakuasi korban pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang jatuh di medan ekstrem.

Selama hampir 30 jam, para rescuer terjebak badai, hujan deras, kabut tebal, dan suhu dingin, demi membawa jenazah korban turun dari jurang berbahaya.

Jenazah Tersangkut di Pohon

Setelah empat hari cuaca tak bersahabat, korban pertama akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa (20/1/2026).

Jenazah korban laki-laki ditemukan tersangkut di dahan pohon di bibir tebing dengan kemiringan sekitar 30 derajat, tak jauh dari serpihan pesawat.

Medan curam dengan jurang ratusan meter memaksa tim menggunakan teknik tali khusus sepanjang hampir 100 meter.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyebut evakuasi dilakukan dengan risiko tinggi.

“Setiap personel turun menggunakan tali dan descender. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal,” ujarnya.

Editor : Syahrir Rasyid

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network