HIKMAH JUMAT : Tujuh Kunci Sukses Ibadah di Bulan Ramadhan

Penulis : Dr. Abidin, S.T., M.Si.
Ramadhan harus diawali dengan niat yang tulus semata-mata untuk mencari ridha Allah, bukan karena tradisi, tuntutan sosial, atau sekadar mengikuti kebiasaan tahunan. (Foto: Ist)

Menjaga Shalat Wajib dan Menghidupkan Shalat Sunnah

Shalat adalah tiang agama. Ramadhan bukan hanya tentang puasa, tetapi juga tentang memperbaiki kualitas shalat. Pastikan shalat lima waktu dikerjakan tepat waktu, berjamaah di masjid (bagi laki-laki), dan dengan khusyuk.

Selain itu, hidupkan shalat sunnah seperti tarawih, tahajud, dan witir. Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam di bulan Ramadhan) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tarawih bukan sekadar rutinitas, tetapi kesempatan emas untuk meraih ampunan Allah. Begitu pula qiyamul lail di sepuluh malam terakhir yang di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr [97]: 3).

Menjaga Lisan dan Perilaku

Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia atau dosa. Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dosa, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum.” (HR. Bukhari)

Menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan kata-kata kasar adalah bagian penting dari kesuksesan puasa. Begitu pula menjaga pandangan, pendengaran, dan seluruh anggota tubuh dari maksiat.

Ramadhan adalah sekolah pengendalian diri. Jika kita mampu mengendalikan diri selama sebulan penuh, maka seharusnya setelah Ramadhan kita menjadi pribadi yang lebih santun dan berakhlak mulia.

Memperbanyak Sedekah dan Kepedulian Sosial

Ramadhan adalah bulan berbagi. Baginda Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan (HR. Bukhari). Sedekah di bulan Ramadhan memiliki pahala yang berlipat ganda.

Memberi makan orang yang berpuasa pun mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Baginda Nabi SAW (HR. Tirmidzi).

Kesuksesan ibadah tidak hanya diukur dari hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga hubungan horizontal dengan sesama manusia. Membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan berbagi kebahagiaan adalah wujud nyata iman yang hidup.


Kesuksesan ibadah Ramadhan sangat terkait dengan kedekatan kita kepada Al-Qur’an. Tidak cukup hanya membaca, tetapi juga memahami dan mentadabburi maknanya. (Foto: Ist)
 


Editor : Syahrir Rasyid

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network