HONG KONG, iNewsSerpong.id — Cara tak biasa ditempuh sebuah kampus di China untuk menjawab kegelisahan nasional soal rendahnya angka kelahiran.
Alih-alih menjejali mahasiswa dengan tugas, universitas di Sichuan ini justru “menantang” mereka: jatuh cinta saat liburan.
Imbauan itu sontak menyita perhatian.
Liburan Musim Semi
Di saat kampus identik dengan target akademik dan produktivitas, Sekolah Tinggi Vokasi Penerbangan Sichuan malah mengusung tema nyentrik, “Lihatlah bunga dan nikmati romansa”, untuk liburan musim semi pada 1–6 April.
Pengumuman yang dirilis 17 Maret tersebut muncul tak lama setelah pemerintah China memperkenalkan skema liburan baru—musim semi dan musim gugur—melengkapi jeda panjang musim panas dan dingin.
Tujuannya tak sekadar memberi waktu rehat, tetapi juga mendorong mobilitas, konsumsi, hingga… asmara.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan yang lebih luas. Pemerintah bahkan menggulirkan program cuti agar pekerja bisa bepergian.
Gerakkan Ekonomi Domestik
Sejumlah wilayah seperti Sichuan dan Jiangsu, serta kota Suzhou dan Nanjing, ikut mengatur liburan serupa.
Di balik semua itu, ada misi besar: menggerakkan ekonomi domestik dan—yang tak kalah penting—mengerek angka kelahiran.
Dengan populasi yang terus menurun hingga 2025, otoritas berharap lebih banyak waktu luang bisa membuka peluang lahirnya hubungan baru.
Cinta, tampaknya, kini bukan sekadar urusan hati—tapi juga strategi negara. (*)
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
