Jessy menegaskan, pasien seharusnya merasa aman saat menyampaikan kebutuhan mereka. Namun, menyampaikan kebutuhan tidak boleh menjadi syarat agar seseorang baru bisa mendapatkan layanan kesehatan yang tepat dan terpercaya.
Filosofi kebersamaan ini terpancar dari pengalaman Jessy saat berlatih bersama Jakarta Paddle Club menuju kompetisi perahu naga di Hainan.
Melalui komunikasi yang terbuka dan penyesuaian yang tepat, seluruh tim belajar saling mendukung keterbatasan fisik tanpa mengecilkan potensi satu sama lain.
Ibarat mendayung perahu naga yang hanya bisa maju jika semua orang saling memperhatikan, seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem kesehatan pun pada dasarnya berada dalam satu perahu yang sama.
Komitmen bersama ini kini diwujudkan dalam langkah nyata, mulai dari penguatan edukasi publik untuk deteksi dini, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penataan jalur rujukan yang terstruktur, hingga penyediaan terapi yang tepat seperti Disease-Modifying Therapy (DMT) serta rehabilitasi medis secara berkesinambungan.
Melalui ruang dialog yang jujur dan setara ini, Sahabat MS berharap pemahaman yang telah terbangun dapat segera bertransformasi menjadi aksi nyata, akses yang adil, serta kesempatan bagi setiap penyintas untuk menjalani kehidupan yang utuh dan bermakna.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
