Jangkauan program kini mencakup empat wilayah, yaitu Kota Malang, Jakarta, Temanggung, dan Kabupaten Malang, dengan sasaran kelompok masyarakat rentan seperti pelaku usaha penyandang disabilitas, perempuan prasejahtera, serta masyarakat daerah rural.
PT Bentoel Internasional Investama Tbk (Bentoel Group) melalui Head of Corporate and Regulatory Affairs, Dian Widyanarti, menyatakan bahwa pemberdayaan yang bermakna harus membekali penerima manfaat agar mampu mengelola potensi ekonominya secara mandiri.
Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan menggeser ketergantungan pada bantuan eksternal menjadi kegiatan kewirausahaan yang produktif dan berkelanjutan demi memperkuat fondasi usaha jangka panjang.
Hingga kini, program telah menjangkau lebih dari 200 penerima manfaat serta mendampingi 125 usaha mikro di wilayah operasional.
Keberlanjutan program dijalankan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, seperti integrasi peserta ke dalam ekosistem Jakpreneur di Jakarta dan penyediaan fasilitas pemasaran melalui Inclusivity Corner di Malang Creative Center untuk membuka peluang pengembangan usaha secara inklusif dan terukur.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
