Tak Ada Kata Menyerah, Iran Bertekad Lawan AS dan Israel hingga Tentara dan Peluru Terakhir
TEHERAN, iNewsSerpong.id – Pernyataan keras itu dilontarkan Khatibzadeh pada Jumat, menandai eskalasi retorika di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, Iran saat ini berada dalam situasi yang tidak memberi pilihan lain selain melawan.
“Prioritas Iran adalah memberikan perlawanan maksimal kepada para agresor,” tegasnya.
Ia menggambarkan kondisi negaranya sedang berada di bawah serangan beruntun. Menurut Khatibzadeh, wilayah Iran—termasuk ibu kota Teheran—terus menjadi target serangan yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil.
“Kami sedang diserang oleh Amerika dan Israel. Warga kami dibombardir tanpa henti. Dalam situasi seperti ini, kami tidak punya pilihan selain bertahan dan melawan hingga peluru terakhir dan tentara terakhir,” ujarnya.
Diplomat tersebut juga menuding konflik ini sebagai bukti runtuhnya tatanan hukum internasional.
Ia menyebut tindakan militer terhadap Iran sebagai bentuk agresi yang mengancam stabilitas global dan merusak norma diplomatik.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin turut mengecam keras operasi militer tersebut.
Moskow menyebut aksi itu sebagai pelanggaran hukum internasional yang berbahaya dan mendesak deeskalasi segera sebelum konflik berubah menjadi perang besar di kawasan. (*)
Editor : Syahrir Rasyid