get app
inews
Aa Text
Read Next : Sejak Perang Gaza, 3.500 Tentara Israel Derita Gangguan Jiwa

Tak Ada Kata Menyerah, Iran Bertekad Lawan AS dan Israel hingga Tentara dan Peluru Terakhir

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:15 WIB
header img
Saat ini, Iran dalam situasi yang tidak memberi pilihan lain selain melawan. (Foto: Ist)

TEHERAN, iNewsSerpong.id – Pernyataan keras itu dilontarkan Khatibzadeh pada Jumat, menandai eskalasi retorika di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, Iran saat ini berada dalam situasi yang tidak memberi pilihan lain selain melawan.

“Prioritas Iran adalah memberikan perlawanan maksimal kepada para agresor,” tegasnya.

Kerusakan dan Korban Sipil

Ia menggambarkan kondisi negaranya sedang berada di bawah serangan beruntun. Menurut Khatibzadeh, wilayah Iran—termasuk ibu kota Teheran—terus menjadi target serangan yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil.

“Kami sedang diserang oleh Amerika dan Israel. Warga kami dibombardir tanpa henti. Dalam situasi seperti ini, kami tidak punya pilihan selain bertahan dan melawan hingga peluru terakhir dan tentara terakhir,” ujarnya.

Diplomat tersebut juga menuding konflik ini sebagai bukti runtuhnya tatanan hukum internasional.

Pelanggaran Hukum Internasional

Ia menyebut tindakan militer terhadap Iran sebagai bentuk agresi yang mengancam stabilitas global dan merusak norma diplomatik.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin turut mengecam keras operasi militer tersebut.

Moskow menyebut aksi itu sebagai pelanggaran hukum internasional yang berbahaya dan mendesak deeskalasi segera sebelum konflik berubah menjadi perang besar di kawasan. (*)

 

 

 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut