HIKMAH JUMAT : Manusia Unggul Lulusan Ramadhan: Antara Euforia dan Transformasi Nyata
Bayangkan jika Ramadhan adalah sebuah sekolah. Maka setiap tahun kita diuji: apakah kita naik kelas atau justru mengulang pelajaran yang sama?
Manusia unggul adalah mereka yang “naik level” setiap Ramadhan. Ibadahnya meningkat, akhlaknya membaik, dan kontribusinya semakin luas.
Sebaliknya, jika setiap Ramadhan kita hanya mengulang pola yang sama, semangat di awal, lemah di akhir, lalu kembali ke kebiasaan lama, maka kita sebenarnya sedang stagnan.
Kelulusan Ramadhan tidak diukur dari seberapa meriahnya kita merayakan Idul Fitri, tetapi dari seberapa besar perubahan yang kita bawa setelahnya.
Untuk itu, mari kita jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
Apakah kita lebih jujur?
Apakah kita lebih sabar?
Apakah kita lebih dekat dengan Al-Qur’an?
Apakah kita lebih peduli pada sesama?
Jika jawabannya “ya”, maka kita adalah manusia unggul lulusan Ramadhan. Jika tidak, mungkin kita hanya menjadi “peserta Ramadhan”, bukan “lulusan Ramadhan”.
Akhirnya, mari kita renungkan: Ramadhan akan selalu datang dan pergi. Tapi kesempatan untuk berubah tidak selalu datang dua kali. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton dalam perjalanan spiritual kita sendiri. (*)

Wallahu a’lam bish-shawab.
Editor : Syahrir Rasyid