Kisah Jessy Dirikan Sahabat MS: Membantu Publik Pahami Penyakit yang Tak Terlihat
"Saya belajar untuk terlihat baik-baik saja di luar, sambil diam-diam berjuang menghadapi kondisi yang saya alami," sambungnya.
Dari sisi medis, mendeteksi dan mendiagnosis MS bukanlah perkara mudah. Dokter spesialis saraf dari Departemen Neurologi RSUD Dr. Soetomo dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Dr. Paulus Sugianto, dr., Sp.N, SubSp.NKI(K), F. Neurovascular, F. Movement Disorder, FAAN, menjelaskan bahwa MS terjadi akibat kerusakan pada selubung saraf atau demielinasi yang hingga kini penyebab pastinya masih belum diketahui.
"MS adalah salah satu penyakit demielinasi. Masalahnya, etiologinya sampai saat ini belum jelas. Diagnosis juga sering kali tidak bisa langsung ditegakkan pada serangan pertama, kecuali bila hasil pemeriksaan MRI sudah menunjukkan gambaran yang sangat khas," jelas Dr. Paulus.
Karena gejalanya yang tidak spesifik dan temuan awal pada pemindaian yang sering kali belum jelas, diagnosis MS menjadi tantangan besar. Banyak pasien baru dapat dipastikan menderita penyakit ini setelah mereka mengalami serangan kedua atau ketiga. Gejala yang muncul pun sangat acak dan bergantung pada bagian sistem saraf mana yang mengalami kerusakan, mulai dari kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak, gangguan penglihatan, sakit kepala, gangguan bicara, hingga kesulitan berjalan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar