Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Utang Kereta Cepat Siapa yang Seharusnya Menanggung?
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Akan Ambil Alih 60% Saham Whoosh, China Berminat Lanjutkan Kereta Cepat hingga Jawa Timur

Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:00 WIB
  • author Riyan Rizki Roshali
Pemerintah Akan Ambil Alih 60% Saham Whoosh, China Berminat Lanjutkan Kereta Cepat hingga Jawa Timur
China bersedia lanjutkan program jaringan kereta cepat hingga ke Jawa Timur. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNewsSerpong.id – Pemerintah akan mengambil alih 60 persen kepemilikan saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator Kereta Cepat Whoosh, dari konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Langkah ini dilakukan karena pemerintah melihat masih adanya komitmen dari China untuk melanjutkan pengembangan jaringan kereta cepat hingga Jawa Timur.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, saat ini komposisi saham KCIC terdiri dari 60 persen milik PSBI dan 40 persen dimiliki konsorsium perusahaan perkeretaapian China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Jalur Kereta Cepat Jawa Timur

Menurut Purbaya, pemerintah telah berdiskusi dengan pihak China terkait kelanjutan proyek tersebut. Hasilnya, China disebut masih berminat meneruskan pembangunan jalur kereta cepat ke arah Jawa Timur.

Pengambilalihan saham PSBI akan dilakukan melalui special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan yang bergerak di bidang pembiayaan pembangunan.

SMV tersebut mencakup sejumlah lembaga seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), LPDP, dan LMAN.

Purbaya menjelaskan, keuntungan yang diperoleh SMV akan dimanfaatkan untuk membeli saham PSBI, sehingga kepemilikan mayoritas KCIC nantinya berada di bawah pemerintah.

Editor: Syahrir Rasyid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut