Rupiah Tertekan, Relawan Sebut Presiden Prabowo Sedang Perang Lawan Mafia Ekonomi
JAKARTA, iNewsSerpong.id – Saat nilai tukar rupiah menghadapi tekanan global, Presiden Prabowo Subianto justru mempercepat langkah pembenahan sektor strategis.
Dari pengetatan ekspor CPO dan mineral hingga penertiban sawit ilegal.
Kebijakan itu dinilai Ketua Umum Jarnas Prabowo-Gibran, H. Nasarudin, SH., MH., sebagai bagian dari 'perang besar' melawan mafia ekonomi dan mafia sumber daya alam.
“Presiden Prabowo sedang memimpin perang besar melawan mafia ekonomi dan mafia sumber daya alam. Ketika negara mulai membenahi tata kelola kekayaan nasional, memperkuat penerimaan negara, dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar, tentu akan muncul berbagai bentuk perlawanan,” kata Nasarudin di Jakarta, Senin (8/6).
Ia menyoroti tiga sektor Sumber Daya Alam (SDA) penyumbang devisa besar yakni CPO, batubara dan mineral.
Pemerintah kini memperketat pengawasan ekspor dan menindak praktik under invoicing alias pelaporan nilai ekspor di bawah harga sebenarnya yang selama ini merugikan penerimaan negara.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar