get app
inews
Aa Text
Read Next : Bimbim Slank Singgung Krisis 1998, Usai Kurs Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS

Perajin Tempe di Tangerang Terpaksa Perkecil Ukuran Produk, Buntuk Kenaikan Harga Kedelai

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:36 WIB
header img
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan para perajin tempe di Kabupaten Tangerang, Banten. (Foto: Ist).

TANGERANG RAYA, iNewsSerpong.id – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai memukul telak para pelaku UMKM.

Di Kabupaten Tangerang, Banten, para perajin tempe terpaksa memutar otak agar tidak gulung tikar akibat melonjaknya harga bahan baku impor.

Kenaikan harga kedelai impor sebagai bahan baku utama otomatis mengatrol biaya produksi. Salah seorang perajin tempe di Kecamatan Curug, Hapid (55), mengaku tak punya pilihan lain demi bertahan hidup.

Penghidupan Utama Keluarga

Padahal, usaha yang telah ia rintis selama lebih dari 20 tahun ini merupakan sumber penghidupan utama keluarganya.

"Konsumennya turun karena (ukuran tempenya) dikecilkan. Harapannya, pemerintah harus perhatian kepada pengusaha tempe agar produksinya lancar lagi seperti semula," ujar Hapid, Jumat (12/6/2026).

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut