get app
inews
Aa Text
Read Next : Inovasi Terkini Siloam Hospitals: Robot Da Vinci Xi Permudah Bedah Kompleks

Jangan Langsung Panik! dr. Aditya Surya Pratama Ungkap Tidak Semua Kista Ovarium Harus Dioperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 07:33 WIB
header img
Kabar mengenai diagnosis kista ovarium sering kali memicu kekhawatiran mendalam bagi kaum perempuan.(Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNewsSerpong.id — Kabar mengenai diagnosis kista ovarium sering kali memicu kekhawatiran mendalam bagi kaum perempuan. Bayangan akan meja operasi dan ancaman terhadap kesuburan kerap langsung terlintas di pikiran. Namun, apakah semua jenis kista pada perempuan itu berbahaya dan harus diangkat melalui tindakan bedah?

Dokter sekaligus health influencer, dr. Aditya Surya Pratama, menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu berasumsi semua kista ovarium memerlukan tindakan pembedahan yang drastis.

“Nggak semua kista ovarium itu berbahaya dan nggak semua itu harus dioperasi. Tapi memang ada kista yang cukup dipantau, tapi ada juga yang justru nggak boleh disepelekan," ujar dr. Aditya dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Sabtu (11/7/2026).

Karakteristik Kista yang Tergolong Aman

Menurut dr. Aditya, jenis kista yang umumnya dikategorikan aman adalah kista fungsional, seperti kista folikel atau kista korpus luteum. Kista ini muncul secara alami sebagai bagian dari siklus menstruasi dan proses ovulasi, sehingga sifatnya sementara dan bukan kanker.

Secara medis, karakteristik kista aman ini bisa diidentifikasi melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) dengan ciri:

Ukurannya relatif kecil.

Hanya berisi cairan murni (bukan jaringan padat).

Memiliki dinding yang tipis dan permukaan luar yang halus.

Dapat menyusut dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa siklus haid tanpa intervensi khusus.

"Terus kalau pasien ini misalnya nggak ada nyeri berat, tidak ada perdarahan, dan gambaran USG-nya sederhana, dokter biasanya sering memilih observasi dulu sambil kontrol ulang," jelasnya.

Waspada Gejala Red Flag (Tanda Bahaya)

Kendati demikian, dr. Aditya mengingatkan para perempuan untuk tidak bersikap sepele. Ada beberapa indikator krusial yang mengubah status kista menjadi tidak aman dan membutuhkan penanganan medis cepat:

Ukuran Besar: Kista yang terus membesar dapat menekan organ sekitarnya, memicu rasa begah, nyeri panggul persisten, hingga risiko ovarium terpuntir (torsio ovarium).

Nyeri Akut Mendadak: Munculnya rasa sakit hebat yang disertai mual dan muntah. "Ini red flag karena bisa menandakan kistanya pecah atau ovarium terpuntir. Dan dua kondisi ini bisa jadi gawat darurat dan sering butuh operasi yang cepat," ungkap dr. Aditya.

Struktur Kompleks pada USG: Dokter akan menaruh kecurigaan tinggi jika struktur kista terlihat memiliki sekat yang tebal, terdapat bagian padat, ada benjolan di dalam, atau dindingnya tidak rata. Visual kompleks ini sering dikaitkan dengan risiko keganasan (kanker).

Faktor Usia & Durasi: Kista yang menetap lama dan tidak kunjung hilang, atau kista baru yang muncul setelah seorang perempuan memasuki masa menopause.

Di akhir penjelasannya, dr. Aditya mengajak seluruh perempuan untuk bersikap bijak, tidak panik berlebihan, namun tetap proaktif memeriksakan kesehatan reproduksi mereka secara berkala ke dokter ahli.

"Jangan semua kista itu langsung panik ya, teman-teman. Tapi jangan juga semua kista dianggap sepele. Karena menentukan aman atau tidak itu bukan cuma kistanya aja, tapi bagaimana bentuknya, gejalanya, ukurannya, dan kondisi pasiennya sendiri,” pungkasnya.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut