Bukan Cuma Bikin Nyesek, Kesepian Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Kematian hingga 32 Persen!
JAKARTA, iNewsSerpong.id — Rasa kesepian sering kali dianggap sebagai persoalan emosional atau masalah perasaan semata. Namun, fakta medis berkata lain. Menurut penelitian terbaru, kesepian kronis dan isolasi sosial ternyata berdampak fatal pada kesehatan fisik, bahkan mampu meningkatkan risiko kematian hingga 32 persen.
Edukator kesehatan, dr. Adam Prabata, melalui utasnya di media sosial X, membagikan data ilmiah yang mematahkan anggapan keliru tersebut.
“Kita sering nganggep kesepian itu cuma masalah perasaan. Tapi ada satu penelitian yang menunjukkan bahwa kesepian atau kurangnya koneksi sosial ternyata berasosiasi dengan risiko kematian yang lebih tinggi,” tulis dr. Adam, dikutip Minggu (12/7/2026).
Bukan sekadar isu, dr. Adam menjelaskan temuan ini berbasis meta-analisis yang merangkum 90 studi kohort dengan melibatkan lebih dari 2,2 juta partisipan di seluruh dunia. Hasilnya cukup mengejutkan:
Isolasi Sosial: Orang yang terisolasi secara sosial memiliki risiko kematian 32 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki hubungan sosial yang sehat. Isolasi ini juga memicu tingginya angka kematian akibat kanker dan penyakit jantung.
Rasa Kesepian: Orang yang secara psikologis merasa kesepian memiliki risiko kematian 14 persen lebih tinggi.
Mengapa Kesepian Sangat Mematikan?
dr. Adam memaparkan ada dua faktor utama mengapa kesepian bisa merusak organ dalam tubuh:
Faktor Biologis: Kesepian kronis memicu stres berkepanjangan. Kondisi ini menyebabkan tekanan darah melonjak, kualitas tidur memburuk, hingga memicu peradangan internal di dalam tubuh.
Faktor Sistem Pendukung (Support System): Orang yang hidup sendiri atau minim interaksi cenderung terlambat menyadari jika tubuhnya sedang sakit. "Selain itu enggak ada yang nemenin ke dokter. Jadi tubuh dan sistem pendukung sama-sama bisa bermasalah pada orang yang kesepian," jelasnya.
Oleh karena itu, menjaga hubungan sosial kini memiliki porsi yang sama pentingnya dengan menjaga pola makan atau berolahraga. Sebagai langkah antisipasi, dr. Adam menyarankan investasi kesehatan sederhana berupa kebiasaan berkomunikasi. Mulai dari rutin menelepon orang tua, menyapa teman lama, hingga meletakkan ponsel saat sedang berkumpul bersama orang terdekat.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar