Dampak Pembatasan Kuota SKT, Gus Lilur: Kesejahteraan Buruh Linting dan Petani Tembakau Terancam

Vitrianda
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiyatau yang akrab disapa Gus Lilur. Foto: Ist

Kondisi ini disebutnya sebagai pemicu suburnya rokok ilegal karena kebijakan yang menutup pintu legal bagi usaha kecil. Sebagai solusi, Gus Lilur menyarankan agar negara menjual pita cukai sesuai kebutuhan pasar tanpa batasan kuota, namun dengan pengawasan teknologi yang lebih ketat seperti pemasangan CCTV di pabrik.

Dia juga menyambut baik rencana tarif cukai khusus yang lebih murah bagi rokok rakyat serta urgensi pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau di Madura untuk menata industri dari hulu ke hilir.

Gus Lilur menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan cukai seharusnya tidak hanya diukur dari triliunan rupiah yang masuk ke kas negara, tetapi dari kesejahteraan petani dan buruh linting. Ia berharap negara berani berpihak pada industri rakyat demi mengakhiri ketimpangan struktural yang sudah lama terjadi.



Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network