Selain itu, diluncurkan pula SIMAKIN (Sistem Informasi Manajemen Kinerja Individu) sebagai sarana evaluasi kinerja pegawai secara real-time, dan KARFIS (Karir Fungsional Information System) untuk mendukung tata kelola jabatan fungsional.
Di bawah nakhoda Taruna Ikrar, BPOM bertransformasi menjadi lembaga yang sangat lincah dalam merespons arus sains modern, seperti precision medicine, bioteknologi, hingga digitalisasi industri farmasi dan pangan.
Langkah berani ini membuah hasil manis di kancah internasional lewat keberhasilan meraih status WHO Listed Authority (WLA). Capaian bergengsi ini menjadi kado istimewa bagi bangsa Indonesia sekaligus mengukuhkan posisi regulatori kesehatan nasional di ranah global.
Sejalan dengan prestasi internasional, BPOM juga membuktikan integritas tata kelola internalnya dengan mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 11 kali berturut-turut. Hal ini menegaskan konsistensi BPOM dalam menjaga prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan terhadap penggunaan keuangan negara.
Dampak dari transformasi ini dirasakan langsung hingga ke tingkat daerah melalui jajaran 77 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
