HIKMAH JUMAT : Iman di Era Algoritma

Penulis : Dr. Abidin, S.T., M.Si.
Kini, tanpa disadari, media sosial menjadi salah satu “guru” terbesar dalam kehidupan manusia. (Foto: Ist)

Menjadi Muslim di Tengah Banjir Informasi

Tantangan iman di masa depan mungkin bukan kekurangan informasi, melainkan kelebihan informasi tanpa kemampuan menyaringnya. Kita akan semakin mudah menemukan apa pun, tetapi semakin sulit menemukan kebenaran jika hati tidak memiliki kompas.

Kompas itu adalah iman. Iman membuat kita mampu mengatakan “tidak” ketika semua orang mengatakan “iya”. Iman membuat kita berani berhenti ketika algoritma meminta kita terus menonton. Iman membuat kita memilih kebenaran meskipun tidak viral.

Sebab ukuran kebenaran dalam Islam bukan jumlah likes. Ukurannya bukan jumlah followers. Bukan pula berapa kali nama kita muncul di linimasa.

Maka, di era ketika algoritma berlomba merebut perhatian manusia, tugas seorang Muslim bukan melarikan diri dari teknologi, melainkan mengendalikan teknologi dengan iman.

Jangan sampai algoritma lebih tahu apa yang kita inginkan daripada diri kita sendiri mengetahui apa yang Allah inginkan dari kita. Jangan sampai kita begitu sibuk mengejar perhatian manusia, tetapi lupa mencari perhatian Allah.

Dan, jangan sampai layar ponsel kita selalu aktif, sementara hati kita justru offline dari Allah. Sebab pada akhirnya, algoritma mungkin mencatat apa yang kita sukai. Tetapi Allah mencatat apa yang kita lakukan. (*)


Ada satu hal yang sering dilupakan manusia modern: aktivitas digital bukan berarti bebas dari pertanggungjawaban. (Foto: Ist)

 

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

Editor : Syahrir Rasyid

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network