Dia menyebut tarif terendah yang berlaku saat ini masih mengacu pada ketentuan 2022. Sementara itu, pengemudi harus menghadapi kenaikan kebutuhan hidup dan biaya operasional kendaraan yang terus berjalan.
Kondisi tersebut semakin dirasakan pengemudi yang mengandalkan perjalanan jarak pendek untuk memperoleh penghasilan harian. Salah satu contohnya adalah mitra yang melayani perjalanan penghubung menuju transportasi publik seperti Light Rail Transit (LRT), dengan tarif relatif ekonomis.
Menurut Yodhi, pemangkasan komisi tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan apabila nilai tarif dasar yang diterima pengemudi masih rendah. Karena itu, evaluasi tarif perjalanan dinilai perlu menjadi bagian dari pembenahan ekosistem transportasi daring.
Dia juga menyoroti pentingnya subsidi aplikator dalam menjaga keseimbangan antara harga yang dibayar konsumen dan pendapatan pengemudi. Skema tersebut selama ini memungkinkan pelanggan memperoleh tarif lebih terjangkau tanpa harus mengurangi penerimaan mitra.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
