Layangan Aduan Siap Jadi Cabang Olah Raga

Nurdin R Radin
.
Kamis, 23 Juni 2022 | 08:07 WIB

BAGI anak zaman sekarang bila ditanya kenal layangan aduan? Bisa dipastikan jawabnya, "Apaan tuh". Wajar saja, sebab permainan ini sudah jarang didapatkan. Padahal layangan aduan salah satu permainan favorit sejak dulu kala. Hanya saja, kini tergeser seiring perkembangan zaman.

Dibawah payung Persatuan Layangan Aduan Seluruh Indonesia (Perlasi) layangan aduan kembali dibangkitkan. Ketua Umum Perlasi, Essa Muhammad, tak kenal lelah terus memperjuangkan agar layangan aduan bisa menjadi ajang perlombaan secara resmi dalam kegiatan olah raga di negeri ini.

Essa Muhammad beralasan, layangan aduan bukan sekadar permainan tetapi penuh strategi dan taktik, juga gerak. Kombinasi strategi, taktik dan gerak sangat layak untuk dijadikan cabang olah raga. Lebih jauh dari itu, Essa yang juga seorang pengusaha punya niat luhur untuk melestarikan layangan aduan agar tidak punah.

Selain sebagai cabang olah raga, Essa Muhammad, membeberkan bahwa layangan aduan tidak bisa dipisahkan dengan ekonomi masyarakat, yakni Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dicontohkan, layangan dan benang layangan adalah produk UMKM. Produk ini bahkan sudah masuk barang ekspor. "Kita ekspor ke berbagai negara, di antaranya Brasil," jelasnnya.      

Awal Juli, tepatnya 2 hingga 3 Juli 2022, Perlasi bersiap menggelar turnamen layangan aduan nasional di lapangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Kompetisi ini memperebutkan Piala Gubernur DKI Jakarta menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-495 Jakarta atau Jakarta Hajatan.

Menurut Essa Muhammad, inilah turnamen layangan aduan terbesar di Indonesia. Pihaknya menyiapkan total hadiah senilai Rp140 juta untuk para pemenang. Hingga saat ini, peserta yang siap berpartisipasi sudah tercatat 512 orang. Selamat. (*)

 

 

Editor : Syahrir Rasyid
Bagikan Artikel Ini