Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Analisis PPATK: 36,6 Persen Dana Proyek Strategis Nasional Masuk Rekening ASN dan Politisi 
Advertisement . Scroll to see content

Breaking News : Tim Dokter Menyebut H Lulung Meninggal Akibat Pemburukan Pompa Jantung

Selasa, 14 Desember 2021 | 15:08 WIB
  • author Carlos Roy Fajarta
Breaking News : Tim Dokter Menyebut H Lulung Meninggal Akibat Pemburukan Pompa Jantung
Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RS Harapan Kita, dr Dicky Fakhri memberikan penjelasan terkait penyebab meninggalnya Haji Lulung di RS Jantung Harapan Kita, Jakarta Barat. (Foto : Ist)

"Kita atasi dengan segala macam obat-obatan yang kita punya yang ada di RS ini dan yang tidak ada kita carikan, salah satunya dengan alat," ucap Dicky Fakhri.

Namun dalam perkembangannya, kondisi Haji Lulung kerap dalam keadaan naik dan turun. "Naik itu maksudnya mencapai normal tidak, tapi ada keadaan sedikit membaik, tapi ada juga keadaan menurun," jelas Dicky Fakhri.

Terkait kondisi yang amat mengganggu pihak medis untuk melakukan penanganan terhadap Haji Lulung adalah irama jantung tidak stabil disebabkan pompa jantung yang sudah dalam kondisi tidak baik.

"Yang sangat menganggu adalah irama jantungnya, kita coba atasi dengan obat-obatan tapi sangat sulit untuk mengendalikan," ungkap Dicky.

Pihak medis berupaya melakukan tindakan untuk mencari penyebab irama jantung tidak stabil namun dalam pelaksanaannya kondisi pompa jantung Haji Lulung semakin memburuk.

"Sembuh bisa 4 hari, tapi nanti timbul lagi. Sehingga tim memutuskan sesuatu dengan inform concern yang baik terhadap keluarga untuk mencari sumber gangguan irama nya itu yang kita lakukan.

Tapi dalam perjalanannya, sumber kelainannya ketemu, tapi pompa jantungnya semakin lama semakin tidak baik, sehingga keadaannya pada Pukul 10.50 WIB beliau dipanggil Yang Maha Kuasa," pungkas Dicky Fakhri. (*)

 

 

 

Editor: Syahrir Rasyid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut