get app
inews
Aa Text
Read Next : Singkat dan Bermakna, 10 Contoh Teks Pidato tentang Isra Mi'raj

HIKMAH JUMAT : Ketika Langit Menjadi Jawaban Atas Krisis Zaman

Jum'at, 16 Januari 2026 | 05:33 WIB
header img
Masjidilaqsa tak bisa dilepaskan dari peristiwa Isra Mi’raj. Peristiwa agung itu bukan sekadar kisah mukjizat, melainkan peta jalan kehidupan bagi umat Islam sepanjang zaman. (Foto: Ist)

Shalat adalah dzikir paling sempurna sebagai penenang jiwa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28)

Dulu, banyak kaum Quraisy menolak Isra Mi’raj karena dianggap tidak masuk akal. Namun Abu Bakar R.A. langsung membenarkannya tanpa ragu. Ia berkata, “Jika Muhammad yang mengatakannya, maka itu pasti benar.”

Sikap ini sangat relevan di zaman sekarang, ketika iman sering ditakar dengan logika semata. Isra Mi’raj mengajarkan bahwa iman bukan meniadakan akal, tetapi melampaui batas logika manusia yang terbatas.

Generasi Muslim hari ini dihadapkan pada arus skeptisisme, relativisme kebenaran, dan krisis keyakinan. Hikmah Isra Mi’raj mengajak kita untuk kembali pada iman yang kokoh, jujur, dan tawakal.

Namun demikian, Isra Mi’raj tidak hanya berbicara tentang hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga dampak horizontal terhadap sesama manusia. Shalat yang benar akan membentuk akhlak yang mulia.

Ironisnya, di zaman ini kita masih melihat korupsi, kezaliman, dan kebohongan dilakukan oleh orang yang rajin beribadah. Isra Mi’raj mengingatkan bahwa ibadah yang tidak melahirkan akhlak adalah ibadah yang kehilangan ruhnya.

Hal ini ditegaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 45)

Isra Mi’raj sejatinya adalah hijrah spiritual, sebuah perjalanan dari keputusasaan menuju harapan, dari kegelisahan menuju ketenangan, dari bumi menuju langit. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 11)

Isra Mi’raj adalah pesan abadi bahwa manusia tidak akan menemukan ketenangan sejati tanpa Allah. Dalam dunia yang terus berubah, Isra Mi’raj mengingatkan bahwa shalat adalah jembatan antara bumi yang penuh masalah dengan langit yang penuh rahmat. (*)


Di era modern, banyak manusia mengalami kekosongan batin, stres, kecemasan, bahkan depresi, meski hidup serba berkecukupan. (Foto: Ist)  
 

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut