HIKMAH JUMAT : Bersihkan Hati Sambut Bulan Suci
PENULIS : DR. ABIDIN, S.T., M.SI. -- Dosen Universitas Buddhi Dharma; Ketua Umum Yayasan Bina Insan Madinah Catalina; Ketua PCM Pagedangan, Tangerang
KURANG DARI dua pekan lagi bulan suci Ramadhan 1447 H akan datang di tengah-tengah kita. Harapan kita adalah semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat beribadah sebaik-baiknya di bulan suci Ramadhan tahun ini.
Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia. Kehadirannya ditunggu-tunggu oleh setiap insan yang beriman. Kedatangannya dinanti-nanti oleh oleh setiap insan yang berharap akan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Bulan suci Ramadhan adalah tamu mulia, yang kedatangannya harus disambut dengan rasa syukur, gembira, dan bahagia. Kehadiran rasa syukur, gembira, dan bahagia dalam hati dengan kedatangan bulan suci Ramadhan adalah salah satu tanda keimanan.
Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad).
Para ulama mengatakan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa kita harus bersyukur, bergembira, dan berbahagia dengan kedatangan bulan suci Ramadhan. Dalam kitab Latha’if Al-Ma’arif, Syaikh Ibnu Rajab Al-Hambali berkata:
“Bagaimana tidak gembira? Seorang mukmin diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga. Tertutupnya pintu-pintu neraka. Bagaimana mungkin seorang yang berakal tidak bergembira jika diberi kabar tentang sebuah waktu yang di dalamnya para setan dibelenggu. Dari sisi manakah ada suatu waktu menyamai waktu ini (Ramadhan).”
Sementara itu, Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan: “Hadits ini adalah kabar gembira bagi hamba Allah yang saleh dengan datangnya Ramadhan. Karena Nabi SAW memberi kabar kepada para sahabatnya radhiallahu ‘anhum mengenai datangnya Ramadhan. Ini bukan sekedar kabar semata, tetapi maknanya adalah bergembira dengan datangnya momen yang agung.”
Namun demikian, rasa syukur, gembira, dan bahagia saja tidak cukup. Selanjutnya, kita harus mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan yang suci, agar dapat optimal ibadah Ramadhan yang akan kita jalankan.
Kehadiran bulan suci Ramadhan yang di dalamnya seluruh insan yang beriman diwajibkan untuk berpuasa tiada lain dan tiada bukan kecuali untuk meraih derajat takwa. Inilah misi utama diwajibkannya puasa sebulan penuh dibulan suci Ramadhan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183)

Editor : Syahrir Rasyid