HIKMAH JUMAT : Bersihkan Hati Sambut Bulan Suci
Sementara itu, Baginda Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa takwa itu tempatnya di dalam hati. Melalui sabdanya beliau menjelaskan bahwa: “Takwa ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali.” (HR. Muslim)
Berdasarkan petunjuk ini, maka agar misi puasa di bulan suci Ramadhan benar-benar tercapai, strategi yang paling baik adalah menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini dengan cara membersihkan hati.
Takwa yang menjadi misi utama berpuasa di bulan suci Ramadhan, dapat dicapai dengan langkah awal membersihkan hati yang akan menjadi tempat bertahtanya takwa dalam diri seorang insan yang beriman.
Setiap insan pasti memiliki dosa, dan setiap dosa yang dilakukan seseorang, maka dosa itu meninggalkan sebuah titik berupa noktah hitam di dalam hatinya. Sahabat Abu Hurairah mengatakan bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda:
“Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan di dalam hatinya sebuah noktah hitam, dan apabila dia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan, dan apabila dia kembali berbuat dosa maka ditambahkan noktah hitam tersebut hingga menutup hatinya ...” (HR. At-Tirmidzi)
Oleh karenanya, langkah pertama membersihkan hati adalah dengan cara memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Langkah ini tidak boleh ditunda-tunda, bahkan harus bersegera, seperti yang Allah perintahkan melalui firman-Nya:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran [3]: 133)
Permohonan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ini, sejalan juga dengan memohon ampun atau maaf kepada sesama manusia atas segala kekhilafan yang pernah dilakukan. Hal ini ditegaskan oleh Baginda Rasulullah SAW melalui sabdanya:
“Barang siapa pernah melakukan kezaliman terhadap saudaranya, baik menyangkut kehormatannya atau sesuatu yang lain, maka hendaklah ia minta dihalalkan darinya hari ini, sebelum dinar dan dirham tidak berguna lagi (hari kiamat). ...” (HR. Bukhari)

Editor : Syahrir Rasyid