get app
inews
Aa Text
Read Next : HIKMAH JUMAT : We Are The Champions

HIKMAH JUMAT : Tujuh Kunci Sukses Ibadah di Bulan Ramadhan

Jum'at, 13 Februari 2026 | 08:41 WIB
header img
Ramadhan harus diawali dengan niat yang tulus semata-mata untuk mencari ridha Allah, bukan karena tradisi, tuntutan sosial, atau sekadar mengikuti kebiasaan tahunan. (Foto: Ist)

Memanfaatkan Waktu dengan Baik

Ramadhan adalah bulan yang singkat namun penuh peluang pahala. Sayangnya, banyak orang justru menyia-nyiakan waktu dengan hal yang kurang bermanfaat. Kehadiran Ramadhan tidak dioptimalkan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.

Allah Subhanahu wa Ta’ala bersumpah demi waktu: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh…” (QS. Al-‘Ashr [103]: 1–3)

Gunakan waktu Ramadhan untuk memperbanyak dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, menghadiri majelis ilmu, dan introspeksi diri. Kurangi aktivitas yang melalaikan seperti berlebihan dalam hiburan.

Baginda Rasulullah SAW juga memperbanyak doa ketika berbuka karena doa orang yang berpuasa tidak tertolak. Maka, manfaatkan momen berbuka sebagai waktu mustajab untuk memohon ampunan dan kebaikan dunia akhirat.

Istiqamah hingga Akhir Ramadhan

Banyak orang bersemangat di awal Ramadhan, tetapi mulai kendor di pertengahan atau akhir bulan. Padahal, justru di sepuluh malam terakhir terdapat Lailatul Qadar. Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

“Apabila memasuki sepuluh malam terakhir, Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Istiqamah adalah kunci keberhasilan sejati. Jangan sampai kita melemah saat pahala justru dilipatgandakan. Jadikan akhir Ramadhan sebagai puncak ibadah, bukan masa penurunan semangat.

Terakhir, Ramadhan adalah tamu agung yang datang setahun sekali. Ia membawa kesempatan emas untuk menghapus dosa, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Namun, kesuksesan Ramadhan tidak datang dengan sendirinya. Ia membutuhkan niat yang ikhlas, kedisiplinan ibadah, pengendalian diri, kepedulian sosial, dan istiqamah hingga akhir.

Semoga dengan mengamalkan tujuh kunci sukses ibadah di bulan Ramadhan, kita termasuk golongan yang meraih predikat takwa, mendapatkan ampunan, dan keluar dari Ramadhan dalam keadaan bersih dari dosa seperti bayi yang baru dilahirkan. (*)


Ramadhan bukan hanya tentang puasa, tetapi juga tentang memperbaiki kualitas shalat. (Foto: Ist)
 

Wallahu a’lam bish-shawab.

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut