Sukses Jembatani Pengawasan dan Inovasi Industri, Kepala BPOM Taruna Ikrar Raih Penghargaan Visioner
Taruna Ikrar menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi kolektif. Ia juga menyoroti bahwa ketegangan geopolitik dunia, seperti konflik antara Amerika Serikat dan Iran, telah berdampak nyata pada biaya logistik dan harga bahan baku obat di dalam negeri.
“Penghargaan ini adalah amanah. BPOM akan terus memperkuat pengawasan berbasis sains, digitalisasi sistem perizinan, serta mendorong kemandirian farmasi nasional agar tidak rentan terhadap tekanan global. Kita tidak hanya menjaga keamanan masyarakat, tetapi juga memastikan akses dan keterjangkauan obat bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Taruna.
Salah satu prestasi paling menonjol di bawah kepemimpinannya adalah diraihnya status WHO Listed Authority (WLA). Pencapaian ini menempatkan BPOM sejajar dengan otoritas pengawas obat maju seperti US FDA (Amerika Serikat), sekaligus menjadi "paspor global" yang mempermudah produk farmasi Indonesia menembus pasar internasional.
Dengan nilai ekonomi sektor yang diawasi mencapai ribuan triliun rupiah, BPOM kini tidak hanya berperan sebagai pengawas mutu, tetapi juga motor penggerak ekonomi. Ke depan, kolaborasi dengan GP Farmasi akan terus diperkuat berbasis riset dan inovasi demi mewujudkan visi kedaulatan kesehatan Indonesia Emas 2045.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar