Jangan Langsung Panik! dr. Aditya Surya Pratama Ungkap Tidak Semua Kista Ovarium Harus Dioperasi
Kendati demikian, dr. Aditya mengingatkan para perempuan untuk tidak bersikap sepele. Ada beberapa indikator krusial yang mengubah status kista menjadi tidak aman dan membutuhkan penanganan medis cepat:
Ukuran Besar: Kista yang terus membesar dapat menekan organ sekitarnya, memicu rasa begah, nyeri panggul persisten, hingga risiko ovarium terpuntir (torsio ovarium).
Nyeri Akut Mendadak: Munculnya rasa sakit hebat yang disertai mual dan muntah. "Ini red flag karena bisa menandakan kistanya pecah atau ovarium terpuntir. Dan dua kondisi ini bisa jadi gawat darurat dan sering butuh operasi yang cepat," ungkap dr. Aditya.
Struktur Kompleks pada USG: Dokter akan menaruh kecurigaan tinggi jika struktur kista terlihat memiliki sekat yang tebal, terdapat bagian padat, ada benjolan di dalam, atau dindingnya tidak rata. Visual kompleks ini sering dikaitkan dengan risiko keganasan (kanker).
Faktor Usia & Durasi: Kista yang menetap lama dan tidak kunjung hilang, atau kista baru yang muncul setelah seorang perempuan memasuki masa menopause.
Di akhir penjelasannya, dr. Aditya mengajak seluruh perempuan untuk bersikap bijak, tidak panik berlebihan, namun tetap proaktif memeriksakan kesehatan reproduksi mereka secara berkala ke dokter ahli.
"Jangan semua kista itu langsung panik ya, teman-teman. Tapi jangan juga semua kista dianggap sepele. Karena menentukan aman atau tidak itu bukan cuma kistanya aja, tapi bagaimana bentuknya, gejalanya, ukurannya, dan kondisi pasiennya sendiri,” pungkasnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar