Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : KPK Bakal Hadirkan 303 Saksi, Sidang Kasus Kuota Haji Yaqut Masuk Tahap Pembuktian
Advertisement . Scroll to see content

KPK Sebut Korupsi di Perguruan Tinggi Ancam Masa Depan Indonesia

Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:53 WIB
  • author Jonathan Simanjuntak
KPK Sebut Korupsi di Perguruan Tinggi Ancam Masa Depan Indonesia
KPK menahan enam tersangka kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi penerimaan mahasiswa baru Unsoed, termasuk Rektor Unsoed Akhmad Sodiq. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNewsSerpong.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai praktik korupsi di sektor pendidikan, khususnya perguruan tinggi, menjadi ancaman serius bagi masa depan Indonesia.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, korupsi di dunia pendidikan tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencederai hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, adil, dan berintegritas.

“Ketika praktik korupsi mencederai dunia pendidikan, yang dirugikan bukan hanya negara, tetapi juga generasi yang seharusnya mendapatkan hak atas pendidikan yang berkualitas, adil, dan berintegritas,” ujar Budi, Minggu (23/8/2026).

Cetak Calon Pemimpin Bangsa

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus tempat mencetak calon pemimpin bangsa.

Karena itu, nilai integritas harus diterapkan dalam seluruh ekosistem kampus, mulai dari pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, proses akademik hingga tata kelola sumber daya manusia.

KPK juga mendorong penguatan pengawasan, transparansi, dan akuntabilitas di lingkungan perguruan tinggi. Pemberantasan korupsi dinilai tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi harus diperkuat dengan pencegahan dan pendidikan antikorupsi.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi penerimaan mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Editor: Syahrir Rasyid

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut