get app
inews
Aa Text
Read Next : HIKMAH JUMAT : Allah Tidak Pernah Salah

HIKMAH JUMAT : Sabar Saja Tidak Cukup

Jum'at, 04 September 2026 | 05:02 WIB
header img
Sabar saja tidak cukup. Kita sebenarnya sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Kita tahu korupsi itu haram. Kita tahu suap itu dosa tetapi masih saja marak. (Foto: Ist)

Penulis : Dr. Abidin, S.T., M.Si. -- Dosen Universitas Buddhi Dharma; Ketua Umum Yayasan Bina Insan Madinah Catalina; Ketua PCM Pagedangan, Tangerang

KITA HIDUP di zaman yang aneh. Sedikit masalah membuat orang mengeluh. Sedikit kegagalan membuat orang menyerah. Sedikit kritik membuat orang marah. Sedikit godaan membuat prinsip menjadi goyah.

Bahkan, ketika kepentingan pribadi bertabrakan dengan nilai agama, tidak sedikit orang yang memilih mengorbankan iman demi kenyamanan. Kemudian dia berkata, “Saya sedang diuji.” Pertanyaannya: apa yang terjadi pada iman kita ketika ujian itu benar-benar datang?

Sebab ujian bukan sekadar untuk mengetahui seberapa kuat tubuh kita menghadapi tekanan. Ujian adalah cara Allah memperlihatkan seberapa kokoh iman, akhlak, dan ketakwaan kita.

Di sinilah firman Allah pada Al-Qur’an surat Ali Imran [3] ayat ke-200 terasa seperti tamparan keras bagi manusia modern: “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga serta bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

Perhatikan baik-baik. Allah tidak hanya berkata, “bersabarlah”, melainkan ada empat perintah: ishbiru, shabiru, rabithu, dan ittaqullah. Dan semuanya ditutup dengan satu tujuan: la'allakum tuflihun (agar kamu beruntung).

Sabar dalam Islam bukan sikap menyerah kepada keburukan. Sabar adalah keteguhan untuk tetap berada di jalan yang benar meskipun jalan itu berat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar [39]: 10)

Sabar membutuhkan keberanian. Sebab mempertahankan kejujuran ketika orang lain memilih korupsi membutuhkan sabar. Menolak suap ketika kesempatan terbuka membutuhkan sabar. Menjaga kehormatan ketika godaan begitu dekat membutuhkan sabar. Jadi, sabar bukan kelemahan. Sabar adalah kekuatan yang dikendalikan iman.

Bukan Hanya Bertahan, Tetapi Saling Menguatkan

Menariknya lagi, setelah ishbiru, Allah berfirman, “wa shabiru” (kuatkanlah kesabaranmu). Seolah-olah Allah ingin mengatakan: jangan hanya menjadi manusia yang mampu bertahan sendiri. Bangun masyarakat yang saling menguatkan.

Hari ini kita hidup dalam masyarakat yang sangat mudah menghakimi. Ketika seseorang jatuh, komentar berdatangan. Ketika seseorang gagal, orang ramai mencibir. Ketika seseorang melakukan kesalahan, media sosial segera menjadi ruang pengadilan.


Dr. Abidin, S.T., M.Si. (Foto: Ist)
 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut