Ini Faktanya! Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Kanker?
Paparan jangka panjang juga diketahui dapat menyebabkan silikosis dan meningkatkan risiko kanker paru.
Namun, kondisi tersebut tidak berarti seseorang yang menghirup abu vulkanik sekali atau dalam waktu singkat akan langsung terkena kanker.
Risiko dipengaruhi jenis abu, kandungan silika, ukuran partikel, konsentrasi, frekuensi, serta lama paparan.
Dalam jangka pendek, abu vulkanik lebih sering menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan serta dapat memperburuk asma atau penyakit paru yang sudah dimiliki.
Karena itu, masyarakat tetap dianjurkan mengurangi paparan abu. Saat hujan abu pekat, sebaiknya berada di dalam ruangan dan menggunakan perlindungan pernapasan yang sesuai, seperti respirator N95, jika harus beraktivitas di luar.
Dengan demikian, abu vulkanik memang memiliki potensi risiko kesehatan, tetapi bukan berarti setiap orang yang menghirupnya akan terkena kanker. Risiko kanker lebih berkaitan dengan paparan silika kristalin yang tinggi dan berlangsung lama. (*)
Editor: Syahrir Rasyid