HIKMAH JUMAT : Hikmah di Balik Hujan

Penulis : Dr. Abidin, S.T., M.Si.
Hujan membawa rahmat bagi seluruh makhluk-Nya. (Foto : Ist)

Berbagai tanaman dan hewan yang tumbuh dan berkembang biak di atas bumi yang subur, merupakan sumber makanan yang memiliki nilai ekonomi bagi manusia. Dari sinilah tumbuh dan berkembang bisnis pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan sektor-sektor terkait lainnya. 

Air hujan yang mengalir ke sungai dan lautan, memberikan peluang untuk berkembangnya bisnis transportasi. Air yang mengalir dengan deras juga memberikan peluang untuk dibangunnya waduk-waduk sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik tenaga air.

Belum lagi sektor pariwisata yang juga ikut tumbuh dan berkembang, khususnya wisata alam dan wisata air. Wisata danau, air terjun, dan arung jeram adalah beberapa di antara contoh kegiatan wisata yang memanfaatkan air.  

Subhanallah.

Jika kita renungi dan maknai lebih lanjut, maka sesungguhnya terbuktilah sudah bahwa rahmat Allah SWT berupa hujan itu, sangat berpengaruh dalam siklus ekonomi dan keberlanjutan kehidupan manusia. Hujan benar-benar merupakan rezeki yang Allah SWT turunkan untuk seluruh makhluk-Nya.

Namun, sebagian dari kita mungkin masih ada yang bertanya, bagaimana dengan hujan yang menimbulkan bencana dimana-mana? Hujan terkadang menimbulkan dampak negatif seperti terganggunya perjalanan, kecelakaan lalu lintas, banjir, longsor hingga banjir bandang.

Baiklah. Terkait dengan pertanyaan seperti di atas, maka sejatinya pertanyaan tersebut merupakan buah dari pemikiran negatif kita terhadap hujan yang merupakan rahmat dari Allah SWT. Pemikiran dan pertanyaan seperti di atas, sebaiknya dibuang jauh-jauh dari pikiran kita.

Karena sesungguhnya, Allah SWT menurunkan hujan sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas bumi. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya: “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.” (QS. Al-Mu’minun [23]: 18).

Dari ayat di atas, dapat kita pahami bahwa sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu yang ada di jagat raya ini dengan seimbang. Demikian pula dengan peristiwa alam berupa hujan yang merupakan bagian dari siklus air. Allah SWT menurunkan hujan sesuai dengan ukuran kebutuhan dan keseimbangan.

Hujan merupakan bentuk keseimbangan alam yang Allah SWT ciptakan, sehingga kuantitas air yang diturunkan akan sesuai dengan yang dibutuhkan. Jika dengan kuantitas air hujan yang turun terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dapat dipastikan telah terjadi ketidakseimbangan alam.


Dr. Abidin, S.T., M.Si. (Foto : Dok Pribadi)


Editor : Syahrir Rasyid

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network