Taubat yang sungguh-sungguh di bulan Sya’ban akan membuat kita memasuki Ramadhan dengan hati yang lebih bersih. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur [24]: 31)
Amalan yang ketiga adalah membaca, mentadaburi, dan mendekatkan diri dengan Al-Qur’an. Karena Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an, maka Sya’ban adalah waktu terbaik untuk mulai membiasakan diri membaca, memahami, dan mencintai Al-Qur’an.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)
Terakhir adalah amalan yang tidak kalah pentingnya yakni memperbaiki akhlak dan hubungan sosial di bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban dapat menjadi momen memperbaiki hubungan dengan sesama manusia dengan cara saling memaafkan, menyambung silaturahmi, dan menghilangkan dendam di hati.
Walaupun demikian, sejatinya memaafkan, silaturahmi, dan menghilangkan dendam di dalam hati sebaiknya dilakukan setiap saat. Sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW: “Tidak halal bagi seorang Muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mari kita optimalkan segala daya upaya kita di bulan Sya’ban ini dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Jangan hanya persiapan fisik dan seremonial belaka yang kita lakukan, seperti jadwal buka puasa, menu iftar, atau dekorasi, namun persiapan spiritual sering terlupakan.
Bulan Sya’ban hadir sebagai peringatan agar Ramadhan tidak berlalu sia-sia. Tanpa persiapan iman dan amal, Ramadhan bisa berubah hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa perubahan berarti.
Oleh karenanya, para ulama salaf bahkan berdoa sejak bulan Rajab agar diberikan keberkahan dan dipertemukan dengan Ramadhan, serta diberikan kekuatan untuk mengisinya dengan amal terbaik.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima amal kita di bulan Sya’ban, mengangkatnya dalam keadaan terbaik, dan mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan dalam kondisi iman yang kuat dan hati yang bersih. Aamiin yaa Rabbal ‘alamin. (*)
Bulan Sya’ban hadir sebagai peringatan agar Ramadhan tidak berlalu sia-sia. (Foto: Ist)
Wallahu a’lam bish-shawab.
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
