HIKMAH JUMAT : Persiapan Terbaik Sambut Datangnya Ramadhan

PENULIS : Dr. Abidin, S.T., M.Si.
Bulan Sya’ban dijadikan sebagai waktu persiapan spiritual sebelum memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah. (Foto: Ist)

Penulis : Dr. Abidin, S.T., M.Si. -- Dosen Universitas Buddhi Dharma; Ketua Umum Yayasan Bina Insan Madinah Catalina; Ketua PCM Pagedangan, Tangerang

HARI INI adalah Jum’at pertama di bulan Sya’ban, tepatnya tanggal 4 Sya’ban 1447 H. Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ia datang di antara dua bulan agung, yakni Rajab dan Ramadhan.

Karena itu, Sya’ban sering kali kurang mendapatkan perhatian dari sebagian kaum Muslimin. Padahal, Rasulullah SAW justru memberikan perhatian khusus terhadap bulan ini dan menjadikannya sebagai waktu persiapan spiritual sebelum memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Makna bulan Sya’ban menjadi semakin relevan dalam kondisi umat Islam saat ini, di mana sebagian besar umat Islam hidup di tengah kesibukan dunia, arus digital yang cepat, serta tantangan moral dan spiritual.

Secara bahasa, kata Sya’ban berasal dari kata sya‘aba yang berarti “bercabang” atau “tersebar”. Para ulama menjelaskan bahwa dinamakan Sya’ban karena pada bulan ini kebaikan dan pahala tersebar luas bagi orang-orang yang memperbanyak amal.

Sya’ban juga merupakan bulan ketika amal-amal manusia diangkat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini menunjukkan bahwa Sya’ban bukanlah bulan biasa, melainkan bulan evaluasi dan persiapan sebelum Ramadhan.

Kehadiran bulan Sya’ban mengajarkan kita pentingnya persiapan, muhasabah, dan pembiasaan amal sebelum memasuki momentum besar dalam ibadah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr [59]: 18)

Ayat ini sangat selaras dengan semangat bulan Sya’ban, yaitu memperhatikan dan mengevaluasi amal sebagai bekal menghadapi hari esok, termasuk Ramadhan dan kehidupan akhirat.

Selain itu, Baginda Rasulullah SAW memberikan teladan nyata dalam memuliakan bulan Sya’ban. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau paling banyak berpuasa sunnah selain di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Sya’ban adalah bulan latihan ibadah, khususnya puasa sunnah, agar jiwa dan raga siap menyambut Ramadhan.


Dr. Abidin, S.T., M.Si. (Foto : iNewsSerpong)


Editor : Syahrir Rasyid

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network