MBG Berpotensi Menjadii Platform Pangan Terintegrasi

Vitrianda Hilba Siregar
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan sekadar upaya perbaikan gizi, melainkan motor penggerak ekonomi desa. Foto: Dok

JAKARTA. iNewsSerpong.id  – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan sekadar upaya perbaikan gizi, melainkan motor penggerak ekonomi desa atau dengan kata lain menjadi gerakan ekonomi pangan terintegrasi yang menggerakkan produksi lokal.

Seperti disampaikan founder the Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR), Muhammad Makmun Rasyid, kebutuhan pasokan pangan dalam skala besar dan berkelanjutan menciptakan kepastian pasar yang mampu menghidupkan sektor pertanian di tingkat akar rumput.

Menurutnya, permintaan stabil dari ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberi peluang bagi desa bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. 

Hal ini sekaligus jadi magnet bagi generasi muda untuk kembali melirik sektor pertanian sebagai lini bisnis yang menjanjikan.

“Kondisi ini dapat memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan generasi muda di sektor pertanian. Peningkatan kebutuhan komoditas seperti sayur, buah, telur, dan sumber protein lainnya mendorong aktivitas produksi hingga pengolahan di tingkat lokal,” ujar Makmun..

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network