Senada dengan hal tersebut, Direktur Sakative, Fujiyanto Ahmad, menegaskan bahwa sekadar membawa reputasi dari Jepang atau menerjemahkan kampanye saja tidak cukup di pasar sekompleks Indonesia. Ia menyampaikan bahwa merek harus memahami budaya lokal, kebiasaan digital, serta cara membangun kepercayaan yang tulus dengan konsumen. Sakative mengambil peran untuk membantu menemukan pola komunikasi yang relevan, yang bila dipadukan dengan pemahaman bisnis NAVICUS, akan menjadi jembatan efektif bagi pertumbuhan merek Jepang secara berkelanjutan.
Kerja sama yang dirintis sejak kunjungan tim NAVICUS ke Jakarta pada Februari 2026 ini saat ini berfokus pada tahap penyusunan fondasi strategi, analisis kompetitor, dan pemetaan perilaku audiens. Dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan ke depan, para mitra menargetkan penyelesaian kerangka kerja sama untuk membawa sejumlah merek ke tahap uji coba komersial, dengan visi jangka panjang memperluas model dukungan terintegrasi ini ke wilayah ASEAN lainnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
