3 Aktivitas Bantu Pulihkan Mental Lepas dari Kecanduan Media Sosial

Niko Prayoga
Agar proses detoks media sosial lebih optimal, ada tiga aktivitas yang bisa dilakukan, yakni olahraga, interaksi tatap muka, dan istirahat. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNewsSerpong.id – Lepas dari kecanduan media sosial bukan perkara mudah, terutama bagi orang yang terbiasa menghabiskan banyak waktu untuk scrolling, mengecek notifikasi, hingga mengikuti berbagai informasi terbaru.

Agar proses detoks media sosial berjalan lebih optimal, waktu yang biasanya digunakan untuk bermain media sosial perlu dialihkan ke aktivitas offline.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, menyarankan tiga aktivitas yang dapat dilakukan, yakni olahraga, interaksi tatap muka, dan istirahat.

Dapat Memicu Overstimulasi

Menurut dr. Adam, penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memicu overstimulasi yang berujung pada kecemasan dan kelelahan mental.

“Media sosial memang bisa memicu overstimulasi yang berujung pada kecemasan dan kelelahan mental. Durasi detoks yang optimal bervariasi antar penelitian, namun sebagian menyebutkan durasi satu sampai dua minggu,” ujar dr. Adam, dikutip Senin (10/8/2026).

Berikut tiga aktivitas yang dapat dilakukan selama menjalani detoks media sosial: 

1. Olahraga

Olahraga dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu yang sebelumnya digunakan untuk scrolling media sosial. Selain membantu menjaga kebugaran tubuh, aktivitas fisik membuat seseorang lebih banyak bergerak dan tidak terpaku pada layar ponsel.

Olahraga juga dapat membantu membangun rutinitas yang lebih terstruktur selama menjalani detoks digital.

2. Interaksi Tatap Muka

Menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, atau orang-orang terdekat bisa menjadi alternatif ketika mengurangi penggunaan media sosial.

Interaksi secara langsung memberikan kesempatan untuk berkomunikasi tanpa perantara layar. Aktivitas ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap interaksi virtual dan informasi yang terus muncul di media sosial.

Proses Detoks Media Sosial

3. Istirahat

Memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat juga penting dalam proses detoks media sosial. Mengurangi paparan notifikasi dan aktivitas digital dapat memberikan ruang bagi seseorang untuk menjalani waktu tanpa terus-menerus memeriksa ponsel.

“Untuk manfaat yang lebih optimal, bisa dikombinasikan dengan meningkatkan aktivitas offline seperti olahraga, interaksi tatap muka, dan istirahat,” kata dr. Adam.

Menurutnya, tujuan detoks media sosial bukan sekadar mengurangi durasi penggunaan aplikasi.

Langkah ini juga bertujuan mengurangi kebiasaan terus-menerus melihat notifikasi, membandingkan diri dengan orang lain, serta menekan FOMO (fear of missing out).

Bagi seseorang yang mulai merasa lelah setiap membuka media sosial, mengambil jeda dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kembali kebiasaan digital.

Dengan memperbanyak aktivitas offline, detoks media sosial diharapkan dapat membantu membangun pola hidup yang lebih seimbang. (*)

 

 

 

Editor : Syahrir Rasyid

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network