HIKMAH JUMAT : Mari Mengisi Kemerdekaan dengan Serius

Penulis : Dr. Abidin, S.T., M.Si.
Peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum muhasabah nasional. Jangan sampai merah putih berkibar tinggi, tetapi kejujuran justru semakin rendah. (Foto: Ist)

Kemerdekaan dalam Islam: Hanya Tunduk kepada Allah

Islam menawarkan konsep kemerdekaan yang sangat mendasar: manusia tidak boleh menjadi hamba bagi selain Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56)

Menjadi hamba Allah justru merupakan kemerdekaan tertinggi. Sebab ketika seseorang benar-benar menjadi hamba Allah, ia tidak akan mudah menjadi budak uang. Ia tidak akan menjual harga dirinya demi jabatan. Ia tidak akan menggadaikan prinsip demi popularitas. Ia tidak akan takut kepada manusia ketika harus mengatakan kebenaran. Ia hanya takut kepada Allah.

Inilah manusia merdeka. Bukan manusia yang bebas melakukan apa saja, tetapi manusia yang bebas dari segala sesuatu yang memperbudaknya dan tunduk kepada Allah Yang Maha Esa.

Maka, peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum muhasabah nasional. Jangan sampai merah putih berkibar tinggi, tetapi kejujuran justru semakin rendah. Jangan sampai kita menyanyikan lagu perjuangan dengan suara lantang, tetapi diam ketika melihat ketidakadilan.

Bebaskan negeri ini dari korupsi. Bebaskan birokrasi dari pungutan dan penyalahgunaan kekuasaan. Bebaskan politik dari keserakahan, dan yang paling penting: bebaskan diri kita dari penjajahan hawa nafsu. Sebab bangsa yang merdeka membutuhkan manusia-manusia yang merdeka.

Indonesia Merdeka, Kita Harus Merdeka

Kemerdekaan bukan sekadar peristiwa sejarah. Ia adalah amanah. Karena itu, setiap kali bendera merah putih dikibarkan, seharusnya ada pertanyaan yang ikut berkibar di dalam hati: Sudahkah saya menjadi manusia yang merdeka?

Merdeka dari korupsi. Merdeka dari keserakahan. Merdeka dari kebencian. Merdeka dari kesombongan. Merdeka dari ketakutan kepada manusia. Merdeka dari kecanduan dunia, dan merdeka dari segala bentuk penghambaan selain kepada Allah.

Baginda Rasulullah SAW mengingatkan bahwa kekuatan manusia bukan diukur dari kemampuan menaklukkan orang lain. Beliau bersabda: “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Indonesia memang telah merdeka, tetapi perjuangan belum selesai. Kini musuh kita bukan lagi tentara asing yang datang membawa senjata. Musuh kita bisa berupa keserakahan yang bersembunyi di balik jabatan, kebohongan yang berlindung di balik kepentingan, dan hawa nafsu yang menyamar sebagai kebebasan. (*)


Korupsi adalah salah satu bentuk penjajahan modern. Ketika uang rakyat dikorupsi, yang dirampas bukan sekadar angka dalam laporan keuangan. (Foto: Ist)

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

Editor : Syahrir Rasyid

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network