Percepat Proyek Bioenergi, ASPEBINDO Hubungkan Antara Kampus dengan Industri Serta Pasar Karbon 

Vitrianda Hilba Siregar
Percepatan dan pengembangan bioenergi nasional membutuhkan strategi komprehensif yang melampaui sekadar ketersediaan bahan baku serta teknologi. Foto: Ist

Integritas Pasar Karbon dan Dampak Daerah

Dalam sesi pasar karbon, disepakati bahwa perdagangan karbon harus didasari oleh proyek mitigasi yang nyata, data terverifikasi, dan berdampak ekonomi bagi masyarakat daerah. Pada kesempatan ini, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara pihak penyelenggara dan PT ESGIN Global Partners.

Vice President Regional Head Indonesia ESGIN Global Partners, Yayang Ruzaldy, menyatakan bahwa potensi proyek karbon Indonesia yang besar harus diterjemahkan menjadi proyek bereputasi tingi melalui metodologi yang tepat, skema Measurement, Reporting and Verification (MRV) yang kuat, serta struktur pembiayaan yang jelas.

Dikman Purnama dari SUCOFINDO menjelaskan bahwa penyusunan dokumen rancangan aksi mitigasi (project design document) membutuhkan waktu 3–12 bulan dan kedisiplinan data sejak awal. Contoh studi kasus yang dibahas meliputi pemanfaatan metana untuk 57 rumah tangga hingga proyek berbasis alam (nature-based solutions) di lahan seluas 97.930 hektare.

Bagus Purnomo mengingatkan bahwa proyek berbasis alam harus menjaga keseimbangan antara manfaat iklim, keanekaragaman hayati, hak-hak masyarakat lokal, serta tata kelola kawasan yang adil. Penggunaan teknologi Digital MRV juga dinilai penting untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network