get app
inews
Aa Text
Read Next : Indonesia Services Dialogue Council : Perlu Tata Kelola Moderasi Konten yang Baik di Indonesia

Indonesia Nomor 2 dari 10 Negara di Dunia Paling Rentan Penipuan Digital

Rabu, 18 Februari 2026 | 10:31 WIB
header img
Penipuan online marak di dunia, Indonesia termasuk negara yang sangat rentan. (Foto: Ist)

Penipuan online marak di dunia, Indonesia termasuk negara yang sangat rentan. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNewsSerpong.id — Di balik gemerlap pertumbuhan ekonomi digital yang melesat dan transaksi online yang kian masif, tersimpan ancaman serius yang tak bisa lagi dianggap remeh.

Indonesia kini resmi menyandang status sebagai negara nomor dua paling rentan terhadap penipuan digital di dunia pada 2025.

Fakta mencengangkan ini terungkap dalam laporan Global Fraud Index 2025 yang dirilis Sumsub.

Alih-alih menjadi tameng keamanan, derasnya arus digitalisasi justru membuka celah besar bagi kejahatan siber yang semakin canggih dan brutal.

Digitalisasi Ngebut, Keamanan Tertatih

Transformasi digital memang membawa banyak kemudahan. Transfer uang hitungan detik, belanja cukup dari genggaman, hingga verifikasi identitas serba instan.

Namun, percepatan ini ternyata tidak sepenuhnya diimbangi dengan sistem perlindungan yang kokoh.

Hasil pemetaan lebih dari 100 negara menunjukkan tren mengkhawatirkan:

Asia dan Afrika mendominasi daftar negara paling rentan terhadap penipuan digital. Polanya serupa — adopsi teknologi melonjak, tetapi sistem pengamanan belum matang.

Dan Indonesia ada di posisi yang sangat mengkhawatirkan.

Indonesia di Peringkat 2: Pasar Besar, Celah Menganga

Indonesia mencatat skor kerentanan yang sangat tinggi. Sebagai salah satu pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, nilai transaksi e-commerce, fintech, hingga dompet digital terus meroket setiap tahun.

Namun di saat yang sama, aktivitas penipuan online juga melonjak drastis.

Beberapa faktor yang membuat Indonesia sangat rentan antara lain:

·       Maraknya akun palsu dan penipuan online

·       Lonjakan kejahatan finansial berbasis digital

·       Penyalahgunaan AI dan teknologi deepfake

·       Rendahnya literasi keamanan siber masyarakat

Laporan tersebut bahkan menyebut Indonesia sebagai “pasar besar dengan sistem keamanan yang belum sepenuhnya matang.”

Artinya jelas: peluang ekonomi besar, tapi risikonya juga sama besarnya.

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut