Sawit Indonesia Menuju Era Biodiese B50, Produksi Melimpah, Kesiapan Infrastruktur Pabrik Jadi Kunci
JAKARTA, iNewsSerpong.id – Industri kelapa sawit Indonesia memasuki babak baru pada tahun 2026. Fokus pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi melalui program Biodiesel B50 telah menjadi motor utama yang menggerakkan seluruh ekosistem sawit, mulai dari perkebunan hingga industri manufaktur komponen pabrik pengolahan.
Di tengah implementasi perluasan program B50 tahun ini, Indonesia kian mengukuhkan posisinya sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia. Data GAPKI menunjukkan produksi CPO nasional sepanjang 2025 melonjak menjadi 51,66 juta ton. Angka ini merupakan modal kuat bagi Indonesia untuk memenuhi ambisi kedaulatan energi tanpa mengabaikan pasar ekspor.
Bukan sekadar ambisi domestik, nilai ekspor CPO dan turunannya pada awal 2026 juga tetap perkasa dengan nilai USD4,69 miliar, tumbuh 26,4%. Angka-angka ini menjadi sinyal bahwa hilirisasi sawit, baik untuk pangan maupun energi (biodiesel), berjalan beriringan secara positif.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar