Nasib Netanyahu di Ujung Tanduk, Partai Koalisi Israel Akan Bubarkan Parlemen
Sebelumnya, Netanyahu dikabarkan mengaku kesulitan memperoleh dukungan politik untuk meloloskan RUU pembebasan wajib militer bagi kelompok Haredi.
Tekanan keras datang dari kelompok nasionalis dan oposisi yang menuntut seluruh warga Israel tetap wajib mengikuti dinas militer tanpa pengecualian.
Situasi itu membuat kelompok Haredi mengancam akan mendukung pembubaran parlemen jika tuntutan mereka tak dipenuhi.
Di sisi lain, partai oposisi Yesh Atid pimpinan Yair Lapid serta Partai Demokrat yang dipimpin Yair Golan turut mengajukan RUU serupa. Langkah ini dinilai memperbesar peluang voting pembubaran parlemen dilakukan pekan depan.
Pengamat politik menilai manuver oposisi dan kelompok Haredi bisa menjadi ancaman terbesar bagi Netanyahu dalam beberapa tahun terakhir.
Jika pemilu dini benar-benar digelar, masa depan politik Netanyahu diperkirakan akan memasuki fase paling kritis. (*)
Editor : Syahrir Rasyid