get app
inews
Aa Text
Read Next : HIKMAH JUMAT : Ketika Musibah Datang: Dimanakah Hati Kita Berlabuh?

HIKMAH JUMAT : Kenapa Hidup Perlu Ujian?

Jum'at, 03 Juli 2026 | 05:01 WIB
header img
Ujian adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan seorang mukmin. Tanpa ujian, manusia tidak akan pernah mengetahui kualitas iman yang sesungguhnya. (Foto : Ist)

Mengapa Allah Menguji Orang Beriman?

Sebagian orang bertanya, "Kalau Allah mencintai hamba-Nya, mengapa Dia masih memberikan ujian?" Jawabannya dijelaskan oleh Baginda Rasulullah SAW:

"Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang-orang yang semisal mereka, lalu yang semisal mereka. Seseorang diuji sesuai kadar agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya semakin berat. Jika agamanya lemah, maka ia diuji sesuai kadar agamanya." (HR. At-Tirmidzi)

Hadits ini mengubah cara pandang kita terhadap musibah. Beratnya ujian bukan selalu pertanda murka Allah. Bisa jadi justru itu adalah tanda bahwa Allah sedang meninggikan derajat seorang hamba. Lihatlah para kekasih Allah, mereka saja diuji, mengapa kita berharap hidup selalu mulus?

Bukankah Nabi Ayyub 'alaihissalam diuji dengan penyakit yang sangat lama? Nabi Ya'qub 'alaihissalam diuji dengan kehilangan putra tercinta hingga matanya memutih karena menangis.

Nabi Yusuf 'alaihissalam diuji dengan pengkhianatan saudara-saudaranya, fitnah, dan penjara. Bahkan Baginda Rasulullah SAW kehilangan ayah sebelum lahir, ibu saat kecil, kakek, paman tercinta, istri tercinta Khadijah RA, serta beberapa putra-putrinya.

Ujian Membersihkan Dosa

Di balik setiap kesulitan, terdapat kasih sayang Allah yang sering kali tidak kita sadari. Baginda Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, penyakit, kesedihan, kegundahan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karena hal itu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa luar biasanya rahmat Allah. Bahkan rasa sakit akibat tertusuk duri pun dapat menjadi sebab penghapusan dosa, apalagi musibah yang lebih besar jika dihadapi dengan sabar dan ridha.

Ujian Mengembalikan Manusia kepada Allah

Tidak sedikit orang yang justru semakin dekat kepada Allah setelah mengalami musibah. Sebaliknya, banyak pula yang lalai ketika hidupnya dipenuhi kenyamanan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

"Dan sungguh Kami telah mengutus rasul-rasul kepada umat-umat sebelum engkau, lalu Kami timpakan kepada mereka kesengsaraan dan penderitaan agar mereka tunduk dengan merendahkan diri." (QS. Al-An'am [6]: 42)

Musibah sering kali menjadi "alarm langit" yang membangunkan manusia dari kelalaiannya. Ketika semua pintu dunia terasa tertutup, saat itulah manusia mulai mengetuk pintu langit dengan doa yang tulus.


Manusia tak lepas dari ujian. Ada yang diuji dengan kemiskinan, ada yang diuji dengan kekayaan. Ada yang diuji dengan penyakit, ada yang diuji dengan kesehatan. (Foto : Ist)
 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut