Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Koleksi Mobil Mewah Patrick Kluivert Pengganti Shin Tae-yong
Advertisement . Scroll to see content

Pemilik Ketahuan Menipu, 90 Mobil Mewah Disita dari Lamborghini hingga Ferrari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:08 WIB
  • author Dani M Dahwilani
Pemilik Ketahuan Menipu, 90 Mobil Mewah Disita dari Lamborghini hingga Ferrari
Seorang pengusaha di Texas AS kehilangan koleksi lebih dari 90 mobil mewah setelah terbukti melakukan penipuan dan pencurian identitas. (Foto: Ist)

TEXAS, iNewsSerpong.id - Seorang pengusaha asal Texas, Amerika Serikat, Clayton Lloyd Iley (41), harus kehilangan koleksi lebih dari 90 mobil mewah setelah terbukti melakukan penipuan dan pencurian identitas.

Iley, warga Stephenville, Texas, dijatuhi hukuman 160 bulan atau sekitar 13 tahun 4 bulan penjara federal pada 1 Oktober 2026. Dia terbukti melakukan wire fraud atau penipuan melalui transfer elektronik serta pencurian identitas yang diperparah.

Selain hukuman penjara, Iley sepakat menyerahkan lebih dari 90 kendaraan yang dibeli menggunakan uang hasil kejahatan.

Dalam Proses Lelang

Kendaraan tersebut nantinya diproses untuk dilelang dan hasilnya digunakan membayar restitusi kepada para korban.

Koleksi kendaraan itu terdiri dari mobil eksotis, pikap hingga SUV. Di antaranya Lamborghini Aventador 2012, Lamborghini Huracan 2015, Ferrari 488 keluaran 2016 dan 2018, Dodge SRT Viper 2014, serta Porsche Taycan 2021.

Ada pula Maserati MC20, Toyota Tundra, Jeep Gladiator, Chevrolet Camaro, Pontiac Firebird dan Trans Am, hingga sejumlah kendaraan militer.

Clayton Texas Legacy Insurance Group

Kasus tersebut bermula dari bisnis asuransi yang dijalankan Iley melalui Clayton Texas Legacy Insurance Group.

Jaksa menyebut Iley menerima pembayaran premi pelanggan, tetapi tidak menerbitkan polis. Uang itu justru digunakan untuk kepentingan pribadi.

Iley juga menjalankan investasi fiktif bernama "Bonded Note" yang disebut terkait Departemen Pertahanan AS. Dari skema tersebut, dia mengumpulkan lebih dari 2 juta dolar AS.

Selain itu, Iley menggunakan data pribadi korban untuk mengajukan kartu kredit dan membiayai pengeluaran pribadi, termasuk pembelian kendaraan.

Departemen Kehakiman AS belum mengumumkan jadwal lelang maupun nilai keseluruhan aset yang disita. (*)

 

 

 

Editor: Syahrir Rasyid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut