Namun menurut Zendhy, peristiwa yang sebenarnya merupakan kejadian antara pelanggan dan restoran itu berubah drastis setelah potongan rekaman CCTV beredar luas di media sosial.
Zendhy mengatakan sejak video tersebut viral, dirinya dan keluarga menghadapi berbagai tekanan di ruang digital, mulai dari komentar negatif, penyebaran informasi pribadi, hingga cyberbullying.
“Yang kami sesalkan adalah ketika peristiwa tersebut berkembang jauh melampaui kejadian sebenarnya. Setelah video itu beredar, kami dan keluarga mengalami berbagai bentuk cyberbullying di media sosial,” katanya.
Ia berharap masyarakat dapat melihat bahwa rekaman yang beredar di media sosial bukanlah gambaran utuh dari keseluruhan peristiwa yang terjadi pada malam itu.
Menurut Zendhy, potongan video tersebut juga disertai narasi tambahan yang tidak sepenuhnya menggambarkan situasi sebenarnya, sehingga menimbulkan kesan yang menyesatkan dan memicu berbagai tuduhan di ruang digital.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
