JAKARTA, iNewsSerpong.id - Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), mengungkapkan keprihatinannya mengenai pergeseran peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dinilai mulai kembali memasuki ranah sipil.
Dalam sebuah diskusi publik di Jakarta pada Jumat, 29 Mei 2026, ia menjelaskan bahwa salah satu amanah utama Reformasi 1998 adalah memastikan TNI berfungsi sebagai institusi pertahanan yang profesional dengan slogan kembali ke barak. Istilah tersebut merujuk pada pentingnya militer untuk fokus pada tugas utamanya dan tidak mencampuri urusan domestik yang menjadi porsi warga sipil.
Semangat perubahan ini sebenarnya telah mulai tertata sejak kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri melalui pemisahan struktur TNI dan Polri.
Kebijakan tersebut merupakan langkah bersejarah karena mengakhiri era di mana kepolisian dianggap sebagai bagian dari militer. Melalui ketetapan yang ada, TNI diposisikan khusus untuk menjaga pertahanan negara, sedangkan urusan keamanan masyarakat diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian sebagai lembaga sipil.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
