Rupiah Tertekan, Relawan Sebut Presiden Prabowo Sedang Perang Lawan Mafia Ekonomi

Vitrianda
Ketua Umum Jarnas Prabowo-Gibran, H. Nasarudin, SH., MH. Foto: Dok

Di sektor sawit, penertiban juga menyasar perkebunan di kawasan hutan dan yang tidak memenuhi kewajiban ke negara. 

Langkah itu disebut bagian dari upaya membangun tata kelola SDA yang lebih berkeadilan, agar kekayaan alam tidak hanya dinikmati segelintir kelompok.

Berbeda dengan pola lama, pemerintah saat ini berkomitmen tidak menambah ketergantungan pada IMF dan Bank Dunia. Nasarudin mendukung arah itu. 

“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah yang tidak ingin menjadikan utang luar negeri sebagai solusi utama pembangunan. Bangsa ini memiliki sumber daya yang sangat besar dan harus mampu berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Nasarudin 

Ia juga mendorong repatriasi dana dan aset WNI dari luar negeri lewat insentif, agar modal nasional jadi kekuatan utama menghadapi ketidakpastian global.

Meski rupiah tertekan, Nasarudin menilai pemerintah berhasil menjaga daya beli lewat subsidi BBM dan LPG yang tetap berjalan, serta stabilitas harga kebutuhan pokok. 

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network